Berita

Nasir Djamil/Net

Nusantara

Pusat Jangan Asal Bicara Soal Hukuman Cambuk Di Aceh

JUMAT, 14 JULI 2017 | 07:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil menanggapi wacana Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh yang ingin melakukan modifikasi terhadap pelaksanaan hukuman cambuk yang tertutup demi mendukung keberlangsungan investasi di Aceh.

Hal ini menurut Nasir sudah terlalu berlebihan dan terkesan tidak memahami kekhususan di Aceh dalam hal pelaksanaan Syariah Islam sebagaimana yang diatur dalam UU 44/1999.

"Hukuman cambuk adalah pesan moral kepada kita semua untuk saling menjaga diri dari perbuatan yang dilarang oleh agama, toh kan tidak ada yang salah dari penerapan tersebut. Dengan terbuka seperti itu masyarakat semakin bisa mawas diri untuk menjaga perilakunya di tengah masyarakat," kata politisi PKS itu, Jumat (14/7).


Cambuk itu memang harus terbuka agar pesan morilnya sampai kepada masyarakat lain, dan ini bukan semata-mata sebagai bentuk hukuman yang berujung pada efek jera, namun lebih kepada pembinaan secara sosial kepada masyarakat.

"Toh para pelaku setelah dicambuk kan juga tetap bisa diterima di tengah masyarakat, jadi apa yang harus dikhawatirkan terhadap aturan ini," lanjut Nasir.

"Terlalu berlebihan kiranya pemerintah memiliki ide memodifikasi hukuman cambuk secara tertutup, cambuk yang terbuka saja kita khawatirkan ada pola timbang pilih apalagi cambuk yang tertutup. Bisa-bisa aparat dan orang yang dicambuk bisa melakukan 'negosiasi'," lanjut dia.

Soal investasi, jelas Nasir itu tidak selamanya bicara pada tataran normative cultural semata, banyak faktor lain juga yang menjadi penghambat bagi investasi. Seperti persoalan stabilitas politik dan regulasi, serta faktor kebutuhan energi dan keamanan.

"Coba lihat beberapa negara Islam yang menerapkan Syariat Islam di dunia ini, mereka juga tetap bisa didatangi oleh investor. Tidak usah jauh-jauh lah, lihat saja Malaysia. Malaysia itu kan melaksanakan dasar hukum bernegaranya hukum Islam, namun lihat investasi tetap saja bisa masuk, begitu pun seperti Brunai Darussalam dan Uni Emirat Arab juga jauh lebih maju dan investor juga banyak yang masuk. Untuk itu pemerintah seharusnya jangan asal bunyi terhadap persoalan cambuk ini menjadi faktor hambatan lemahnya investasi di Aceh," pungkasnya.

Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo terkait proyek strategis di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/7), mengatakan, Presiden meminta agar Pemprov Aceh menjelaskan kepada dunia luar agar Qanun yang diterapkan Aceh tidak dipersepsikan terlalu negatif.

Untuk itu, Pemprov Aceh berencana mengubah tata cara eksekusi hukuman cambuk agar tidak dilakukan di depan khalayak ramai. Hal ini dilakukan agar tidak terbentuk persepsi negatif yang mempengaruhi minat investasi di Bumi Serambi Mekah.

Nantinya, hukuman cambuk akan dilaksanakan di tempat tertutup dengan dihadiri beberapa saksi. "Jadi teknis pelaksanaannya kami modifikasi. Nanti (hukuman cambuk dilakukan) di dalam penjara agar tidak direkam dan didramatisasi," kata Wagub. [rus]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya