Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Menggalang Upaya Cegah Terorisme

JUMAT, 14 JULI 2017 | 06:19 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

WHO memaklumatkan paradigma kesehatan umat manusia abad XXI bukan lagi terfokus pada upaya kuratif namun lebih pada upaya preventif dan promotif.

Penyakit merupakan gangguan terhadap kesehatan ragawi mahluk hidup termasuk manusia sementara terorisme merupakan gangguan terhadap kesehatan peradaban umat manusia.

Baik penyakit mau pun terorisme jelas sangat perlu ditanggulangi.


Maka terorisme perlu ditanggulangi bukan hanya secara kuratif apabila sudah terlanjur terjadi, namun juga perlu upaya preventif dan promotif selama terorisme belum terjadi agar jangan sampai terjadi.

Menlu

Upaya mencegah terorisme tersirat dan tersurat pada paparan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi pada Konferensi Tingkat Menlu ke 44 Kerja Sama Islam (KTM OKI) di Abidjan, Pantai Gading, pada 10-11 Juli 2017.

KTM ini mengusung tema Youth, Peace, and Development in a World of Solidarity (Pemuda, Perdamaian, dan Pembangunan dalam sebuah Solidaritas Dunia).

Menlu Retno menegaskan bahwa generasi muda, sebagai mayoritas di negara-negara Islam, memegang peran dan potensi penting dalam membangun dunia Islam yang lebih baik.

Kejadian di Marawi Filipina harus menjadi "wake up call" bagi negara-negara OKI bahwa telah terjadi regionalisasi terorisme, yang banyak melibatkan generasi muda termasuk perempuan sebagai bagian dari apa yang disebut sebagai FTF (foreign terrorist fighters).

"Banyak generasi muda Islam terjerat menjadi korban ideologi terorisme" demikian pernyataan Retno di hadapan hadirin KTM OKI, seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri, hari Selasa 11 Juli 2017.

OKI

Retno mengajak negara-negara OKI untuk bersatu padu dalam bersama menggalang upaya cegah terorisme, terutama mengatasi akar masalah lewat kontra narasi terhadap ideologi terorisme.

Menurut Retno, OKI tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk menanamkan moral, etika, nilai-nilai toleransi, dan budaya anti kekerasan, tapi juga menciptakan kondisi kondusif bagi generasi muda Islam untuk berkembang serta mendorong generasi muda Islam di seluruh dunia untuk bersatu dengan mengedepankan semangat Ukhkuwah Islamiyah (Persaudaraan Islam).

Retno juga prihatin melihat berbagai konflik diantara negara Islam saat ini. Konflik tersebut hanya menguntungkan pihak yang tidak ingin melihat dunia Islam bersatu dan maju. Oleh karena itu, Retno mengajak negara-negara OKI agar meningkatkan rasa persaudaraan dan menyatukan energi guna meningkatkan kerja sama khususnya dalam perjuangan kemerdekaan Palestina.

Pendidikan

Retno juga menegaskan pentingnya pendidikan bagi generasi muda. Negara-negara anggota OKI perlu merancang pendidikan dengan penanaman nilai-nilai toleransi dan saling menghormati satu sama lain, serta perdamaian.

KTM OKI adalah pertemuan tahunan untuk mengkaji perkembangan pelaksanaan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) OKI. KTM ke-44 OKI akan menghasilkan berbagai resolusi, antara lain terkait Palestina, isu politik, program aksi OKI 2025, minoritas Muslim, HAM dan kemanusiaan, keorganisasian OKI, ekonomi, perdagangan, sosial dan budaya, serta terorisme.

Indonesia mendorong negara-negara OKI untuk senantiasa bersatu dan mengembangkan dialog dalam menyikapi situasi kemelut seperti yang terjadi di Timur Tengah.

Memang pendidikan bagi generasi muda memegang peran dan potensi sangat penting dalam mendukung keberhasilan upaya mencegah teorisme di masa kini dan masa depan. [***]

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajar Kemanusiaan

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya