Berita

Net

Bisnis

Bupati Merauke Minta LSM Stop Ganggu Investor

KAMIS, 13 JULI 2017 | 23:29 WIB | LAPORAN:

Bupati Merauke Frederikus Gebze meminta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) baik dalam maupun luar negeri untuk berhenti mengganggu investasi di Merauke.

"Kehadiran  investor tersebut sangat dibutuhkan pemerintah daerah. Karena pemerintah tidak memiliki dana yang cukup untuk membangun semua fasilitas yang ada sehingga butuh investor dari luar, salah satunya perkebunan kelapa sawit sesuai dengan potensi yang ada di Kabupaten Merauke," jelasnya kepada wartawan, Kamis (13/7).

Frederikus membeberkan, yang menjadi masalah saat ini, NGO atau para LSM makin gencar membuat kampanye hitam tentang kelapa sawit. Karena itu, dia berharap media massa bisa membantu para investor di Merauke untuk menyampaikan yang sesungguhnya terjadi.


"Saya harap, media massa membantu investor yang masuk ke Merauke," ujarnya.

Frederikus menilai, para investor perkebunan kelapa sawit yang masuk ke Merauke selain membuka lapangan pekerjaan juga ikut mensejahterahkan masyarakat. Sehingga hasilnya sangat jelas.

"Kehadiran perkebunan kelapa sawit selama ini telah dievaluasi dan cukup memberikan kontribusi," bebernya.

Dia mengungkapkan, dari tujuh perusahaan perkebunan kelapa sawit yang melakukan investasi di Merauke, ada empat koperasi sudah terbentuk, diantaranya adalah PT Dongin Prabhawa.

"Karena salah satu ketentuan perundangan-undangan, adalah apabila ada investor yang masuk ke suatu wilayah wajib memberikan konsesi 20 persen dari total lahan yang ada untuk dibuat PIR. Dimana 20 persen ini dikelola oleh masyarakat setempat baik oleh pemilik hak ulayat, marga dusun dan sebagainya," papar Frederikus.

Berdasarkan aspirasi warga, Fredrikus meminta LSM asing seperti Mighty Earth dari Amerika, dan AidEnvironment dari Belanda untuk stop dan berhenti melarang pembukaan lahan kelapa sawit untuk pemilik hak ulayat di Mam, Distrik Ngguti, Merauke.

Penolakan LSM atau NGO di Merauke juga disampaikan sejumlah elemen masyarakat dan usaha, salah satunya Ketua Marga Yolmen Simon Walinaulik yang mewakili masyarakat yang menjadi pemilik hak ulayat di Mam, Kampung Nakias.

Simon ingin agar PT Dongin Prabhawa segera membuka kebun untuk masyarakat sesuai dengan ketentuan undang-undang, di mana 20 persen dari hak guna usaha dikembalikan kepada masyarakat.  

"Kami sudah menunggu perusahaan membuka kebun untuk pemilik hak ulayat tersebut. Tapi sampai sekarang  perusahaan  belum juga bersihkan lahan untuk bisa kami tanam kelapa sawit," katanya.

Namun setelah ditelusuri warga, Simon menjelaskan jika perusahaan belum membuka kebun bagi masyarakat pemilik hak ulayat karena pihak perusahaan mendapat tekanan dari LSM seperti Mighty Earth dan AidEnvironment.

"Sekali lagi kami minta LSM stop untuk melarang kami membuka kebun di atas lahan kami sendiri," tegasnya. [wah]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya