Berita

Bisnis

Maruarar Sirait: Saatnya Pejabat Jadi Teladan Dan Punya Sense Of Crisis

KAMIS, 13 JULI 2017 | 21:28 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia melambat. Untuk mengatasi pelambatan ekonomi ini, setiap negara pun punya cara-cara yang berbeda.

"Setiap negara punya cara dan kondisi masing-masing dan kita tidak bisa memakai ukuran tempat lain buat negara kita. Menurut saya, di Indonesia justru itu harusnya memberikan kemudahan insentif kepada sektor kecil, UKM, koperasi dan swasta," kata anggota Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait.

Hal ini disampaikan Maruarar dalam Dialetika Demokrasi dengan tema 'Utang Luar Negeri Untuk Siapa' bersama Ketua Badan Anggaran (Bangar) DPR RI, Aziz Syamsudin dan pengamat ekonomi politik, Ichsanuddin Noorsy di Press Room Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (13/7).


Terkait dengan pemotongan anggaran, Maruarar mengajak para pejabat negara untuk menjadi contoh dan memberikan keteladan kepada rakyat. Misalnya pemotongan anggaran dilakukan untuk memotong gaji, mengurangi program-program yang bersifat seremonial dan juga mengurangi perjalanan dinas.

"Pejebat negara harus punya sense of crisis. Rasa keprihatinan atau jiwa kepedulian harus kuat disini. Jadi rakyat akan semakin percaya bahwa misalnya, oh iya uutang untuk apa. Kalau utang untuk membangun fasilitas pejabat negara tentu kita tidak setuju," ungkap Maruarar.

Maruarar menekankan bahwa pemerintah harus menggunakan utang untuk untuk kebutuhan rakyat dan juga infrastruktur. Sehingga ada banyak dampak seperti bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat.

"Bicara soal utang,  saya rasa tidak ada orang yang senang berutang, karena utang itu pasti ada kewajibannya. Kecuali hibah yang gak ada kewajibannya, tentu ituu adalah konsekuensi-konsekwensi pilihan. Kalau kita lihat, utangnya untuk apa? Infrastruktur," kata Maruarar.

Sekitar dua bulan lalu, Maruarar mendampingi Presiden Joko Widodo dalam kegiatan Lintas Nusantara. Dalam kegiatan, Maruarar mendampingi Jokowi, mulai adari Aceh, Kalimantan Selatan, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua. Dalam kunjungan ini Maruarar menyaksikan langsung pembangunan infrastruktr.

"Di Sumatera Utara misalnya, bagaimana jalan tol itu progressnya luar biasa, pelabuhan-pelabuhan, bandara, di Wamena bagaimana kita melihat pembangunan perbatasan kita dengan Papuan Nugini," kata Maruarar. [ysa]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Timur Tengah Memanas, PKB Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga Pupuk

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:53

Likuiditas Februari Tumbuh 8,7 Persen, Ditopang Belanja Pemerintah dan Kredit

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:38

Trump Bikin Gaduh Lagi, Hormuz Disebut “Selat Trump"

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:53

Krisis BBM Sri Lanka Mulai Mengancam Sektor Pangan

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:17

Arus Balik Lebaran 2026 Dorong Rekor Baru Penumpang Kereta Api

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:53

Beban Utang AS: Masalah Besar yang Masih Diabaikan Pasar

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:24

IHSG Lesu Pasca Libur Lebaran, Asing Ramai-ramai Jual Saham

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:52

Amerika Sesumbar Bisa Habisi Iran dalam Hitungan Minggu Tanpa Perang Darat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:40

Kapal Pertamina Masih Tertahan di Hormuz, DPR Desak Presiden Turun Tangan!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:28

Komisi XII DPR: WFH Bukan Solusi Tunggal untuk Hemat Energi!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:12

Selengkapnya