Berita

Foto/Setkab

Jokowi: Koperasi Harus Bisa Bersaing

KAMIS, 13 JULI 2017 | 09:44 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Meskipun meningkat dua kali lipat dibanding dua setengah tahun yang lalu, Presiden RI Joko Widodo mengemukakan, sesuai data yang diperolehnya, sumbangan koperasi terhadap perekonomian Indonesia masih relatif rendah yaitu berada pada angka 3,9 persen.

Jokowi sapaan akrab Kepala Negara membandingkan dengan Perancis yang mencapai 18 persen, Belanda kontribusinya 18 persen, dan Selandia Baru kontribusinya 20 persen.

"Inilah pekerjaan besar kita, pekerjaan besar kita ada disini. Agar kontribusi koperasi terhadap perekonomian nasional itu meningkat secara drastis," kata Jokowi pada acara Peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-70, di Lapangan Karebosi, Baru, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu sore (12/7).


Menurut Kepala Negara, banyak koperasi yang baik yang bisa dijadikan model, yang bisa dijadikan contoh. Ia menyebut KUD Denbatas di Tabanan, Koperasi Kredit Credit Union Mandiri, Koperasi Kospin Jasa yang perputarannya sudah Rp 5 triliun sampai saat ini, kemudian koperasi Sidogiri di Jawa Timur perputarannya sudah Rp 18 triliun sampai saat ini.

"Ini koperasi, ada contoh-contoh yang bisa kita lihat," ujar politisi PDIP itu.

Oleh sebab itu, Jokowi menitipkan kepada Kementerian Koperasi dan UKM dan Dekopin, contoh-contoh tersebut direplikasi, difotokopi kepada koperasi-koperasi yang lain bagaimana mereka bisa mencapai omset yang tinggi seperti itu, mencapai perputaran uang yang tinggi seperti itu.

"Ajak koperasi-koperasi yang lain untuk melihat contoh-contoh yang sudah betul, contoh-contoh yang sudah besar, koperasi-koperasi dengan perputaran uang yang triliun," pintanya.

Jokowi menekankan, kalau korporasi-korporasi perusahaan besar itu bisa, koperasi mestinya juga harus bisa. Kalau perusahaan swasta itu bisa, koperasi pastinya juga harus bisa melakukan hal yang sama.

"Ajak mereka untuk melihat yang sukses, koperasi yang sukses tadi yang saya sebut dan saya lihat masih ratusan ribuan lain contoh-contoh yang saya kira bisa kita pakai untuk contoh-contoh keberhasilan koperasi mengelola usahanya, mengelola kreditnya, mengelola uangnya," tuturnya.

Pemerintah, lanjut Jokowi, sebetulnya memberikan kesempatan kepada koperasi untuk juga ikut menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dulunya, bunganya 22 persen sekarang dengan subsidi dari APBN, bunganya bisa ditekan menjadi 9 persen, dan InshaAllah tahun depan akan ditekan lagi menjadi 7 persen.

Oleh sebab itu pada Hari Koperasi ke-70 di tahun 2017 ini, Jokowi mengajak kepada seluruh pelaku koperasi Indonesia untuk meneguhkan, untuk mengelorakan kembali semangat gerakan koperasi, semangat reformasi koperasi. "Sehingga koperasi nantinya bisa berkompetisi bersaing dengan perusahaan swasta, dengan korporasi, dengan BUMN karena memang kesempatan memang ada di depan mata kita," tuturnya.

Semangat untuk menjadikan koperasi sebagai kekuatan bersama, dan kekuatan gotong royong diyakini Jokowi mampu bersaing serta cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman, perubahan zaman, perubahan global saat ini sangat cepat sekali, sangat cepat sekali.

Ia juga mengingatkan dibutuhkan kecepatan, dibutuhkan kegesitan, dibutuhkan inovasi. Ia menyebutan, sekarang ini bukan negara yang besar mengalahkan mengalahkan negara yang kecil, bukan. bukan negara yang kaya mengangkat negara yang miskin bukan, tetapi negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat.

Negara yang cepat, lanjut dia, akan mengalahkan negara yang lamban. "Sebab itu kita harus bergerak cepat agar bisa berkompetisi dengan negara-negara yang lain," tegas Jokowi.

Ia meminta agar penggerak-penggerak koperasi jangan pernah takut bersaing, jangan pernah takut dengan kompetisi, dengan pelaku pelaku ekonomi lainnya.

“"Saya menyakini kekuatan koperasi saat ini masih relevan dalam perekonomian Indonesia dan perekonomian global," kata dia seraya menambahkan, bahwa kita semuanya ingin koperasi menjadi salah satu institusi ekonomi rakyat yang penting dalam menghadapi tantangan masa depan.

Untuk itu, ia setuju koperasi harus diperkuat harus diberdayakan oleh kita semuanya. Untuk itu, pemerintah menempatkan koperasi sebagai institusi utama dalam pelaksanaan kebijakan pemerataan ekonomi dan dalam kebijakan reforma agraria, redistribusi lahan.

Jokowi menambahkan, pemerintah juga ingin menempatkan koperasi sebagai salah satu penerima yang dapat memanfaatkan konsesi-konsesi yang akan diberikan dengan catatan memiliki kemampuan manajemen dalam pengelolaan konsesi konsesi lahan yang akan diberikan oleh pemerintah.

"Kalau bisa diberikan 10.000 hektar kenapa tidak untuk koperasi, kalau bisa diberikan 100.000 hektar untuk koperasi kenapa tidak kita berikan. Kalau perusahaan besar diberikan segede itu, mestinya koperasi juga bisa diberikan sebanyak itu," pungkasnya.

Dilansir dari laman setkab.go.id, tampak hadir dalam kesempatan itu, Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Ketua Dekopin Nurdin Halid, dan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo. [rus]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya