Berita

Sri Mulyani Indrawati/Net

Bisnis

Siap-siap, Pejabat Dipermalukan Dan Dijeblosin Ke Penjara

Jika Terlibat Praktik Impor Ilegal
KAMIS, 13 JULI 2017 | 09:39 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kementerian Keuangan membentuk satuan tugas (Satgas) untuk menertibkan impor berisiko tinggi.

"Satgas ini dibentuk untuk menciptakan persaingan bisnis yang bersih, adil, dan transparan sehingga bisa mendorong peningkatan daya saing," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, kemarin.

Ani-panggilan akrab Sri Mulyani menjelaskan, impor berisiko tinggi memiliki peluang penyelewengan lebih besar daripada jenis lain. Sehingga harus dicegah karena bisa berdampak terhadap beredarnya barang ilegal di masyarakat.


"Peredaran barang ilegal memiliki dampak serius, mengakibatkan persaingan usaha di masyarakat tidak sehat. Juga, membuat penerimaan negara tidak optimal," imbuhnya.

Ani menegaskan, akan menindak tegas setiap oknum pejabat yang bekerja sama den­gan importir nakal. Misalnya, membuat laporan tidak sesuai untuk meloloskan barang.

Jika mendapati kecurangan tersebut, lanjut Ani, pihaknya akan langsung memecat oknum pejabat tersebut.

"Kalau ada yang ketahuan akan saya copot. Saya taruh di lapangan, kemudian kita sorakin rame-rame, barulah kita masukin ke penjara," tegasnya.

Ani yakin sebenarnya oknum pejabat nakal jumlahnya tidak banyak. Namun demikian, mereka perbuatan itu harus dicegah karena merusak nama baik institusi dan merugikan negara.

Ani mengungkapkan, pihaknya sudah kerja sama dengan kepolisian dan kejaksaan. Dia tidak mau mendengar lagi ada oknum pejabat beralasan melakukan kecurangan karena ada aparat penegak hukum yang jadi beking.

"Selama ini bilang tidak bisa, karena polisi mem-backing. Paling kalau pun ketangkap, nanti dilepas Jaksa. Seka­rang tidak ada lagi, karena kami sudah berkoordinasi," ujarnya.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi, menerangkan, upaya penertiban impor berisiko tinggi merupa­kan langkah nyata pihaknya dalam menjawab tantangan dari masyarakat yang meng­inginkan perdagangan ilegal dapat diberantas.

"Penertiban ini merupakan salah satu upaya menjawab ekspektasi masyarakat untuk menjadikan Bea Cukai seba­gai institusi yang kredibel," katanya.

Dalam melaksanakan penertiban, Heri menerangkan, pihaknya sudah menyiap­kan sejumlah strategi. Untuk jangka pendek, pihaknya akan menjalankan kegiatan taktis operasional melalui pengawasan kinerja internal, kerja sama dengan aparat penegak hukum dan Kemente­rian/Lembaga, juga sinergi dengan asosiasi. Dan, untuk jangka panjang, pihaknya akan membangun sistem kepatu­han pengguna jasa melalui revitalisasi manajemen risiko operasional.

Satgas penertiban impor ilegal diketuai langsung Sri Mulyani. Pembentukan Sat­gas ini melibatkan sejumlah institusi lain di antaranya Ke­menterian Koordinator Bidang Perekonomian, Kepolisian l, Kejaksaan Agung, Panglima TNI, dan Kementerian Perdagangan. ***

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya