Berita

Bisnis

Serius Usut Dugaan Monopoli AMDK, KPPU Mulai Hadirkan Saksi

SELASA, 11 JULI 2017 | 20:55 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sejumlah saksi dipanggil Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sebagai bentuk keseriusan mengusut dugaan monopoli yang dilakukan PT Tirta Investama dan PT Balina Agung Perkasa.

Sejumlah saksi yang dipanggil dalam sidang kali ini, Senin (10/7) merupakan saksi dari pihak yang dirugikan, dalam hal ini PT Tirta Fresindo Jaya.

Dalam sidang lanjutan yang digelar pada Senin (10/7), pihak PT Tirta Fresindo Jaya diwakili oleh Carol Mario Sampouw yang menjabat sebagai Nasional Sales Manager. Ia menjawab sejumlah pertanyaan seputar dugaan monopoli yang dilakukan PT Tirta Investama selaku produsen air minum dalam kemasan merek Aqua dan PT Balina Agung Perkasa yang diajukan Ketua Tim Investigasi Arnold Sihombong


Sampouw mengatakan, ada temuan di lapangan bahwa produsen Aqua melakukan pelarangan terhadap sejumlah toko untuk menjual produk air minum dalam kemasan (AMDK) saingan. Diduga mereka mengancam akan menurunkan status dari star outlet menjadi eceran biasa.

"Dugaan adanya pelanggaran ini terhadapnya. Ini berbahaya. Kalau dibiarkan lama-lama bisa tutup pabrik. Oleh karena itu kami melakukan somasi. Setelah melakukan somasi pihak kompetitor baru berhenti," jelasnya.

Akibat ada pelarangan penjualan tersebut, Sampouw mengaku pihaknya sempat mengalami penurunan pendapatan yang cukup signifikan.

"Saat kejadiaan ini ada penurunan penjualan. Yang lebih kami jaga ke depannya. Ini baru wilayah Jabodetabek kalau dibiarkan bisa meluas ke daerah lain," tegasnya. [ian]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya