Berita

Bambang Brodjonegoro/Net

Wawancara

WAWANCARA

Bambang Brodjonegoro: Pemindahan Ibu Kota Negara Libatkan Swasta, Kita Minimumkan Biaya APBN

SELASA, 11 JULI 2017 | 09:13 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bekas Menteri Keuangan ini menuturkan, pemindahan ibu kota pemerintahan rencananya akan melibatkan sektor swasta. Usulan itu bertujuan untuk mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dia menjamin, peliba­tan sektor swasta dalam proyek pemindahan ibu kota tidak akan menimbulkan konflik kepentingan.

Berikut penuturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro terkait wacana pelibatan swasta dalam proyek pemindahan ibu kota negara;

Sudah sampai mana pemba­hasan usulan pelibatan swasta dalam proyek pemindahan ibu kota negara?
Itu lagi sedang dikaji. Kami akan dorong model PPP (pub­lic private partnership), jadi partisipasi swasta kami libat­kan. Kalaupun kita ingin me­mindahkan kota administrasi, ya pokoknya kita tidak hanya mengandalkan dari satu sumber, bahkan kalau bisa menggunakan APBN secara minimal saja. Saat ini kita sedang mencari skema untuk melibatkan sektor swasta, sehingga biaya APBN akan san­gat minimum.

Itu lagi sedang dikaji. Kami akan dorong model PPP (pub­lic private partnership), jadi partisipasi swasta kami libat­kan. Kalaupun kita ingin me­mindahkan kota administrasi, ya pokoknya kita tidak hanya mengandalkan dari satu sumber, bahkan kalau bisa menggunakan APBN secara minimal saja. Saat ini kita sedang mencari skema untuk melibatkan sektor swasta, sehingga biaya APBN akan san­gat minimum.

Bener nih pelibatan sektor swasta murni untuk memi­nimalisir penggunaan APBN, enggak ada tujuan lainnya?

Nggak, kita hanya ingin mengoptimalkan peran swasta untuk pembangunan di negeri ini, itu saja kok. Nanti untuk skemanya bagi swasta dalam pemindahan ibu kota itu akan kita siapkan.

Tapi banyak kalangan kha­watir lho pelibatan sektor swasta dalam proyek pemin­dahan ibu kota justru ber­potensi menimbulkan konflik kepentingan, hingga nantinya mengganggu independensi pemerintah?
Nggak lah. Kok independen? Kan yang punya itu pemerintah, bukan swasta.

Lantas apa strategi pemer­intah agar swasta mau ikut terlibat dalam proyek terse­but?

Pemerintah akan memberikan iming-iming kepada swasta agar mau meramaikan ibu kota baru berupa ketersediaan lahan. Artinya, swasta nanti akan dise­diakan tanah milik pemerintah untuk melengkapi fasilitas pe­merintahan dan administrasi yang bisa menunjang kinerja perusahaan swasta. Tanah masa nggak mau.

Kita justru akan mencari loka­si kepemilikan tanah sudah di tangan pemerintah. Kebijakan ini tidak akan kami lakukan kalau pemerintah harus membeli tanah.

Memang berapa sih biaya proyek pemindahan ibu kota itu?
Untuk biaya total masih dikaji. Sabar.

Untuk wilayahnya daerah mana, apa masih tetap sama dengan wacana sejak lama yaitu di Kalimantan?
Yang pasti di luar Pulau Jawa, kemungkinan besar di Pulau Kalimantan. Tapi, spesifiknya di mana, itu yang akan difi­nalkan.

Kajiannya sudah sampai mana?
Kita sedang kaji. Tapi kalau untuk pemindahan ibu kota pemerintahan sendiri, ini men­gacu pada pemisahan pusat pemerintahan dan pusat bisnis, ekonomi, dan keuangan seperti halnya Washington DC dan New York di Amerika Serikat (AS). Washington DC berperan se­bagai ibu kota pemerintahan di AS, sementara New York men­jadi pusat bisnis dan ekonomi negara adidaya tersebut. Terus pemisahan ini juga kan terin­spirasi dari Brasilia, Brasil yang menjadi pusat pemerintahan dan Sao Paulo yang berperan seba­gai pusat bisnis dan ekonomi di Brasil.

Sebetulnya tujuan utama pemerintah memindahkan ibu kota ke luar Jawa itu untuk apa sih?
Ya (salah satunya) untuk mempersempit ketimpangan antara Pulau Jawa dan luar Jawa. Saat ini saja, kan kita tahu bahwa Pulau Jawa sendiri berkontribusi atas 58 persen Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan angka ini cenderung terus meningkat setiap tahunnya sehingga pemer­intah menilai perlu ada upaya lebih besar untuk mendorong pertumbuhan di luar Jawa. Jadi, ini trennya terus meningkat. Jadi, menurut kami harus ada upaya memperkuat ekonomi di luar Jawa

Kapan target untuk meram­pungkan kajiannya?

Kajian mudah-mudahan tahun ini selesai, termasuk estimasi pendanaannya sehingga pada 2018 sudah dimulai persiapan-persiapan untuk menyusun kon­sep pusat administrasi baru itu.Tahun 2018 hanya persiapan. Kalau kajian selesai pada 2017, pada 2018 Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bakal menyiapkan semua detail engineering design-nya tapi mudah-mudahan kami juga bisa menemukan skema pendanaan­nya. ***

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya