Berita

RMOL

Bisnis

Importir Korsel Bakal Serbu Indonesia

SELASA, 11 JULI 2017 | 05:58 WIB | LAPORAN:

Delegasi importir Korea Selatan berencana datang ke Indonesia untuk memborong berbagai produk. Misi dagang ini dipimpin langsung oleh pimpinan Asosiasi Importir Korea (KOIMA) Myoung-Jin Shin bersama Wakil Duta Besar Indonesia Cecep Herawan.

Tidak main-main, lebih dari 100 importir produk Korsel telah disiapkan oleh KBRI Seoul untuk bertandang ke Tanah Air. Pada kunjungan 12-15 Juli 2017 itu akan dilaksanakan serangkaian kegiatan yang meliputi business forum, one-on-one business matching, dan industrial visit.

Menurut Atase Perdagangan KBRI Seoul Aksamil Khair, sampai saat ini tercatat jumlah delegasi mencapai 120 orang, terdiri dari para pimpinan (CEO/president) perusahaan serta official dari KOIMA sendiri.


"Produk yang diminati oleh anggota delegasi cukup beragam. Diantaranya produk karet, CPO, elektronik, tekstil, kayu, produk kelapa, produk kimia, building material, bahan untuk kosmetik, produk dari gelas, handicraft, produk makan dan lainnya," jelasnya kepada redaksi, Selasa (11/7).

Agar misi ini dapat menghasilkan kontrak dagang maka jauh hari sebelum berangkat, mereka telah difasilitasi komunikasi dengan para pemasok potensial dari tanah air. Dengan demikian, ketika datang nanti tinggal finalisasi serta mengembangkan di masa datang.

Dubes RI untuk Seoul Umar Hadi telah melakukan pembicaaan intens dengan chairman KOIMA dalam upaya peningkatan perdagangan kedua negara. Salah satunya adalah kesepakatan pengiriman misi importir dalam jumlah besar kali ini.

"Saya yakin, kunjungan kali ini dapat memompa kembali performa perdagangan bilateral yang sempat mengalami penurunan," katanya.

Total perdagangan Indonesia-Korsel tahun 2016 tercatat sebesar USD 14,8 miliar atau terjadi penurunan sebesar 11 persen dari tahun sebelumnya. Meski demikian, terdapat surplus di sisi Indonesia sebesar USD 1,6 miliar. Sementara itu, pada 2017 periode Januari-Mei, total perdagangan sebesar USD 7,3 miliar atau terjadi peningkatan 22,6 persen terhadap tahun 2016.

Impor Korsel dari Indonesia walau masih didominasi oleh bahan baku dan barang setengah jadi seperti batubara, karet, plywood, produk tambang lainnya, dan komponen elektronik. Namun juga juga terdapat produk lain seperti garmen, alas kaki, vegetable oil, dan produk non migas lainnya yang menunjukkan peningkatan di dua tahun terakhir. [wah]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya