Berita

Jokowi/Net

Politik

Gatot Bisa Menenggelamkan Figur Jokowi

SABTU, 08 JULI 2017 | 05:22 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Spekulasi pemecatan Jenderal Gatot Nurmantyo dari jabatan panglima TNI kian santer. Bagi sebagian alasan publik, keberadaan Gatot makin menyulitkan, menjadi beban dan dianggap menganggu range elektibilitas Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kalau kita lihat, semakin hari elektibilitas Gatot Nurmantyo memang makin menanjak dan reli kencang. Mungkin Jokowi berpretensi Gatot ibarat anak macan, kecil jinak, besar menerkam, bisa merongrong elektibilitasnya," ujar pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago kepada redaksi, Sabtu (8/7).

Menurutnya, jika Jokowi benar-benar memberhentikan Gatot sebaiknya tetap bergelut pada basis kinerja, bukan sekedar terjebak dengan sikap reaksioner akibat agitasi politis. Jangan sampai menjadi preseden buruk bagi perjalanan bangsa, memecat panglima hanya karena reason publik, lampunya makin terang dan elektibilitasnya makin kinclong.


"Kalau seandainya Gatot diberhentikan sebagai panglima, apakah ada jaminan meredup elektibilitasnya. Dugaan saya justru makin bersinar serta mengalir dukungan empati," beber Pangi.

Hal ini yang menjadi pergulatan diskursus publik dan buah simalakama bagi Jokowi. Menggapa Gatot belum dipecat, Gatot bukan tidak mungkin nanti menjadi siraman oksigen politik Jokowi. Gatot akan mendampingi Presiden Jokowi pada Pilpres 2019, selama ini nampak akrab dan tak dipecat.

"Gatot sebagai cawapres bisa menjadi suntikan elektoral dalam rangka memenangkan Pilpres 2019. Sebab sosok wakil menjadi sekrup politik menentukan sebuah kemenangan kontestasi elektoral," kata Pangi yang juga direktur eksekutif Voxpol Center. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya