Berita

Foto: RMOL Jabar

Pertahanan

KSAD: Ekspedisi NKRI Bisa Jadi Rujukan Pembangunan Papua Selatan

JUMAT, 07 JULI 2017 | 11:22 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kepala Staf Angkatan Darat  (KSAD) Jenderal TNI Mulyono berharap hasil Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan Tahun 2017 yang diikuti oleh 797 peserta menjadi rujukan pemerintah menentukan kebijakan pembangunan di Papua.

Hal itu dikatakannya usai upacara pembukaan yang dilakukan di Lapangan Hitam Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, (KBB), Jawa Barat, Jumat (7/7).

Seperti diberitakan RMOL Jabar, KSAD mengatakan, hasil penjelajahan dan penelitian kekayaan alam, budaya dan sumber daya manusia, bisa menjadi rujukan pemerintah menentukan kebijakan pembangunan di Papua selatan.


"Sesuai dengan tema ekspedisi ini, peduli masyarakat dan lestarikan alam Indonesia, maka ekspedisi ini harus menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pemerintah dan juga masyarakat Indonesia," tutur KSAD, usai upacara pembukaan, Jumat (7/7).

Kegiatan yang menyertakan unsur TNI, Polri, mahasiswa, akademisi, organisasi kepemudaan, perwakilan masyarakat, dan perwakilan institusi pemerintah maupun swasta ini bertujuan mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadi pelopor dalam upaya menjaga keutuhan NKRI.

Nantinya, para peserta akan dibagi menjadi dua Korwil yakni Korwil Merauke dan Korwil Boven Digoel. Dengan luas medan dan kontur wilayah Papua, para peserta diberi pendidikan termasuk antisipasi menjaga berbagai persoalan yang kemungkinan dihadapi, seperti kendala bahasa dan kesehatan.

"Kegiatan ini mengajak seluruh lapisan masyarakat mengenal dan menjaga keanekaragaman hayati dan kekayaan Indonesia," jelasnya.

Dengan kegiatan ini, Ekspedisi NKRI sudah dilaksanakan sebanyak tujuh kali. Sebelumnya sudah ada ekspedisi Bukit Barisan 2011, ekspedisi Khatulistiwa 2012, eskpedisi Sulawesi 2013, Maluku dan Maluku Utara 2014, Nusa Tenggara dan Bali 2015, serta Papua Barat 2016. [ald]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya