Berita

Presiden Jokowi/Net

Bisnis

Jokowi Pangkas Anggaran Rp 16 T

JUMAT, 07 JULI 2017 | 09:50 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Presiden Jokowi mener­bitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4/2017 tentang efisiensi belanja barang kementerian/lem­baga dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2017.

Dalam aturan itu, Presi­den menginstruksikan agar kementerian/lembaga melakukan efisiensi belanja ba­rang dalam pada APBN 2017 dengan total mencapai Rp 16 triliun. Dengan de­mikian, pagu belanja barang secara total berkurang dari Rp 237,1 triliun menjadi Rp 221,09 triliun.

Pemangkasan anggaran dilakukan di hampir semua kementerian/lembaga den­gan nilai yang bervariasi.


Ada beberapa kemen­terian yang anggarannya dipangkas lebih dari Rp 1 triliun. Antara lain, Ke­menterian Perhubungan dikurangi sebesar Rp 2 triliun, dari Rp 11,95 triliun menjadi Rp 9,95 triliun. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Rp 1,91 triliun, dari Rp 13,43 triliun men­jadi Rp 11,52 triliun.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebesar Rp 1,88 triliun, dari Rp 22,03 triliun menjadi Rp 20,15 triliun. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidi­kan Tinggi Rp 1,48 triliun, dari sebelumnya Rp 10,94 triliun menjadi Rp 9,46 triliun. Dan, Kementerian Agama Rp 1,39 triliun, dari Rp 15,79 triliun menjadi Rp 14,4 triliun.

Dalam Inpres disebutkan efisiensi belanja barang antara lain meliputi per­jalanan dinas, paket rapat, honorarium tim/kegiatan, belanja operasional per­kantoran, belanja jasa, be­lanja pemeliharaan, belanja barang operasional dan non operasional lainnya. Penghematan juga antara lain dilakukan untuk mem­bantu mengatasi defisit Ba­dan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan.

Menteri Koordinator Bi­dang Perekonomian Darmin Nasution memastikan, kin­erja pemerintah tidak akan terganggu dengan adanya penghematan. Sebaliknya, bisa mendorong kinerja perekonomian. "Penghe­matan kita lakukan untuk dialihkan kepada kegiatan yang lebih produktif," kata Darmin. ***

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya