Berita

Politik

Tak Hanya Ajang Budaya, Festival Indonesia Moskow Juga Memuat Kepentingan Bisnis

KAMIS, 06 JULI 2017 | 08:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Festival Indonesia kedua akan digelar di Hermitage Garden Moscow, Rusia pada 4-6 Agustus 2017 mendatang. FI Moskow 2017 ini tidak hanya sebagai ajang pentas budaya, tetapi juga ada kepentingan ekonomi.

Demikian disampaikan Staf Ahli Menteri Luar Negeri RI bidang Diplomasi Ekonomi, Ridwan Hassan, dalam pertemuan persiapan FI Moskow 2017 di kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, kemarin, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima sesaat lalu.

"Hubungan Indonesia dengan Rusia meningkat dari waktu ke waktu. Nilai perdagangan bilateral Indonesia-Rusia tahun 2016 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, termasuk nilai ekspor Indonesia ke Rusia," jelasnya.


Pertemuan di Kemlu itu sekitar 165 orang yang merupakan perwakilan dari berbagai kalangan, baik Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah/Kabupaten/Kota, pelaku usaha dan asosiasi pengusaha yang akan berpartisipasi pada FI Moskow 2017.

Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia, M. Wahid Supriyadi mengatakan potensi besar Rusia dapat dimanfaatkan oleh Indonesia, antara lain melalui pelaksanaan Festival Indonesia.

"Tema Festival, yaitu 'Visit Wonderful Indonesia-Enjoy its Diversity' difokuskan pada potensi daerah-daerah Indonesia di bidang Pariwisata, Investas dan Perdagangan," kata M. Wahid Supriyadi yang khusus hadir dalam pertemuan tersebut dari Moskow.

Rangkaian kegiatan FI Moskow 2017 berupa forum bisnis, pameran produk Indonesia, fashion show, kuliner, pertunjukan seni dan budaya, dan layanan informasi tentang Indonesia. Selain itu, direncanakan juga peluncuran Paviliun Indonesia di Food City Moscow sebagai tempat Permanent Display untuk komoditas ekspor industri pangan Indonesia di Rusia.

Tiga hari pelaksanaan FI Moskow 2017 pada musim panas dengan keindahan Hermitage Garden Moscow yang dipadukan dengan nuansa Indonesia akan diikuti oleh sekitar 500 peserta dari Indonesia dan diharapkan dikunjungi oleh sekitar 100 ribu orang Rusia dan dari negara-negara di sekitarnya. Pada FI Moskow 2016 yang dilaksanakan selama dua hari, diikuti oleh sekitar 400 peserta dari Indonesia dan dikunjungi oleh sekitar 70 ribu orang.

Sejumlah daerah di Indonesia, baik Pemerintah Daerah, Kota maupun Kabupaten, termasuk KADIN Daerah dan para pelaku usaha akan turut serta menyukseskan FI Moskow 2017.

Daerah-daerah tersebut seperti Aceh, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Bogor, Tengerang Selatan, Jawa Tengah, Semarang, Boyolali, Jawa Timur, Surabaya, Malang, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Bali dan Papua. Selain itu, Menteri Perdagangan RI direncanakan juga akan hadir pada Festival tersebut.

"Pemerintah Kabupaten Boyolali akan mendukung kesuksesan FI Moskow 2017 dengan pengiriman delegasi bisnis dan tim kesenian, antara lain Krakatau Band," kata Bayu Sahid dari Pemerintah Kabupaten Boyolali.

Rusia merupakan negara yang memiliki potensi besar dalam kerja sama dengan Indonesia, khususnya di bidang perdagangan, investasi dan pariwisata.

Nilai perdagangan Indonesia-Rusia tahun 2016 sebesar US$2,11 milyar, naik 6,3% dari tahun 2015 yang tercatat sebesar US$ 1,98 milyar, dan surplus di pihak Indonesia sebesar US$ 410,9 juta. Ekspor Indonesia ke Rusia tahun 2016 sebesar US$ 1,26 milyar, naik 26,9% dari tahun 2015.

Di bidang investasi, meskipun nilai investasi Rusia di Indonesia masih relatif kecil, yaitu sebesar US$ 13,51 juta pada periode 2011-2016, namun terdapat sejumlah perusahaan Rusia yang menyatakan ketertarikan berinvestasi di Indonesia.

Sementara itu, Indonesia merupakan salah satu tujuan wisata masyarakat Rusia. Pada tahun 2016 jumlah wisatawan Rusia ke Indonesia sebanyak 80.514 orang, naik 22,54% dari tahun 2015 yang tercatat sebanyak 65.705 orang. [zul]

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

UPDATE

Presiden Prabowo Disarankan Tak Gandeng Gibran di Pilpres 2029

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:52

Prabowo Ajak Taipan Bersatu dalam Semangat Indonesia Incorporated

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:51

KPK Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Mantan Menag Yaqut Cholil

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:44

Perluasan Transjabodetabek ke Soetta Harus Berbasis Integrasi

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:38

Persoalan Utama Polri Bukan Kelembagaan, tapi Perilaku dan Moral Aparat

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:18

Pemerintah Disarankan Pertimbangkan Ulang Pengiriman Prajurit TNI ke Gaza

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:00

Menkop Ajak Polri Ikut Sukseskan Kopdes Merah Putih

Rabu, 11 Februari 2026 | 12:01

Iran Sebut AS Tak Layak Pimpin Inisiatif Perdamaian Gaza

Rabu, 11 Februari 2026 | 11:53

MUI Tegaskan Tak Pernah Ajukan Permintaan Gedung ke Pemerintah

Rabu, 11 Februari 2026 | 11:43

Menkes Akui Belum Tahu Batas Penghasilan Desil Penerima BPJS

Rabu, 11 Februari 2026 | 11:32

Selengkapnya