Berita

Dedi Mulyadi/Net

Nusantara

Penerus Dedi Mulyadi Harus Memiliki Intelektualitas Memadai

RABU, 05 JULI 2017 | 17:52 WIB

Suhu pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2018 di Jawa Barat, mulai terasa hangat. Eskalasi politik pun semakin meningkat ditandai dengan bermunculannya figur-figur bakal calon kepala daerah melalui berbagai media, baik cetak elektronik, media sosial maupun kunjungan ke daerah daerah yang dibalut halal bi halal pasca idul fitri.

Tak terkecuali di Kabupaten Purwakarta yang juga akan menggelar pilkada untuk menentukan pengganti Bupati Dedi Mulyadi dan Wakil Bupati Dadan Koswara. Konstelasi politik mulai bergerak dinamis. Beberapa partai politik sudah membuka pendaftaran bakal calon, seperti PDIP dan Gerindra. Sementara partai lainnya masih bersiap menentukan strategi penjaringan bakal calonnya.

Perhelatan demokrasi tersebut tidak luput dari perhatian kalangan mahasiswa Purwakarta. Beberapa diantara mereka sedang menyusun rencana untuk menjaring pandangan masyarakat melalui jajak pendapat maupun mencari formula terbaik berupa dialog ataupun debat terbuka bagi para kandidat kepala daerah agar masyarakat lebih mengenal calon pemimpin Purwakarta ke depan.


Arif Arfan, salah seorang mahasiswa di perguruan tinggi swasta Purwakarta menuturkan bahwa dirinya dan rekan-rekannya sedang menyusun kriteria dan syarat-syarat bupati maupun wakil bupati yang akan datang.

"Kami sedang menyusun kriteria calon bupati dan wakil bupati ke depan. Kami tidak ingin memberikan cek kosong kepada bupati dan wakil bupati mendatang. Kita semua pasti berharap, Bupati Purwakarta yang akan datang lebih baik dari Kang Dedi Mulyadi. Untuk itu, masyarakat jangan dipaksa untuk memilih pemimpin yang tidak dikenalnya, ibarat membeli kucing dalam karung,"ujar pemuda yang tinggal di pasar Rebo tersebut," tutur Arfan di kampusnya di kawasan Situ Buleud seperti diberitakan RMOLJabar.com, Rabu (5/7).

"Saya dan rekan rekan mahasiswa akan memantau sikap dan perilaku partai politik dalam menentukan calon bupati dan wakil bupati. Kita percaya, pengurus partai politik masih punya hati nurani dan tidak akan menggadaikan masa depan rakyat Purwakarta dengan memilih bakal calon yang tidak layak yang akan berdampak hancurnya kepercayaan masyarakat terhadap parpol itu sendiri."

Tak berbeda dengan Arfan, Rian Fauzi Rahman yang juga mahasiswa asal Purwakarta yang sedang menimba ilmu di Karawang pun mengungkapkan bahwa pemimpin Purwakarta mesti orang yang sehat jasmani dan rohaninya, memiliki intelektualitas yang memadai, memahami manajemen keuangan dan birokrasi pemerintahan daerah sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku, dan kontribusinya bagi masyarakat sudah dirasakan.

"Tentu masyarakat mengharapkan Bupati yang lebih baik dari Kang Dedi. Di samping kecerdasan intelektualitas, moralitasnya yang terjaga, mampu mengelola tata pemerintahan dengan baik, dan berkomitmen untuk mensejahterakan masyarakat Purwakarta. Bupati ke depan mesti mumpuni," tegas mahasiswa fakultas hukum tersebut.

Rian menambahkan bahwa dia dan kawan kawannya percaya banyak warga Purwakarta yang hebat dan mampu memimpin.

"Kami percaya dan yakin, banyak calon pemimpin dari kota ini. Dan, saya berharap pula semoga demokrasi mampu melahirkan para pemimpin terbaik, bukan pemimpin asal asalan apalagi jadi jadian," pungkasnya. [sam]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya