Berita

Riyono

Bisnis

PKS Minta Pemerintah Realisitis Soal Swasembada Bawang Putih

RABU, 05 JULI 2017 | 10:45 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mempertanyakan pernyataan Menteri Pertanian Amran Sulaiman tentang Indonesia akan swasembada bawang putih pada tahun 2019 mendatang.

Pasalnya, saat ini kebutuhan nasional bawang putih antara 480 ribu sampai 500 ribu ribu ton per tahun, sementara produksi kita hanya mampu memenuhi 10 - 20 persen atau sekitar 20 ribu ton.

Wakil Ketua Bidang Pekerja Petani dan Nelayan (BPPN) DPP PKS, Riyono, mengatakan, Indonesia pernah swasembada bawang putih pada kisaran tahun 1990-an dengan luas lahan 28.000 ha. Saat ini, berdasarkan data Kementan 2016, lahan bawang putih hanya 2.043 Ha dan untuk mencapai swasembada butuh lahan min 72 ribu Ha sampai 100 ribu Ha dengan kebutuhan benih 89.779 ton.


Melihat kondisi lahan dan volume impor yang luar biasa saat ini, Riyono meminta pemerintah harus realisitis dan kerja keras untuk wujudkan swasembada bawang putih.

"Mari kita lihat dan petakan dengan benar keterpaduan semua stakeholder untuk wujudkan swasembada, mampukah mencetak lahan dari 2.043 ha menjadi 100.000 ha dalam 2 tahun? Mampukah sediakan benih sebanyak itu? Jangan sampai seperti benih tebu nasional yang sekarang tidak mampu produksi karena matinya pusat pembenihan tebu nasional," jelas Riyono dalam keterangan persnya pagi ini.

Riyono menjelaskan, saat ini pusat produksi bawang putih tersebar di enam propinsi besar dengan kapasitas produksi antara 2.000 sampai dengan seratus ribu ton. Data Kementan 2016 menyebutkan  data produksi nasional diantaranya NTB 110.009 ton, Jateng 68.191 ton, Jabar 15.478 ton, Jatim 7.779 ton, Sumbar 5.898 ton dan NTT 2.723 ton.

"Gagasan Menteri Pertanian mencetak 60.000 ha lahan yang akan dipusatkan di Jateng, Sumbar, Sulsel dan NTT masih kurang. Harusnya Jabar dan Jatim juga harus dilibatkan untuk mempercepat peningkatan produksi," pungkas Riyono. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya