Berita

Politik

Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah Gelorakan Kemandirian Ekonomi Anak Muda

RABU, 05 JULI 2017 | 09:35 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Tengah menggelorakan semangat kemandirian ekonomi di kalangan anak muda.

Semangat tersebut terus ditebar mengingat keberhasilan mereka sejauh ini dalam membangun unit-unit bisnis.

"Ekonomi adalah salah satu faktor penting dalam mendukung sebuah pergerakan organisasi," jelas salah satu Sekretaris PW Pemuda Muhammadiyah Jateng, Heru Gunawan, dalam keterangan tertulisnya pagi ini.


Membangun semangat kemandirian ekonomi dirintis Heru dan kawan-kawan saat masih aktif di Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Wuled pada tahun 2013 lalu.

Saat itu, berbekal semangat dan keyakinan, mereka mendirikan usaha percetakan dan penjualan alat tulis. Untuk mendapatkan modal dari lembaga keuangan syariah, sepuluh pengurus PCPM Wuled menggadaikan BPKB motor yang mereka miliki.

Usaha tersebut berhasil, lalu Heru dan kawan-kawan mengembangkan sayap dengan mendirikan sebuah minimarket dengan nama "Jasmine" yang berarti lambang Pemuda Muhammadiyah.

"Ide awal pendirian minimarket pun dengan mudah diterima kawan-kawan dan hanya dalam waktu 2 bulan pengumpulan modal akhirnya sebuah minimarket pun berdiri di Wuled yang merupakan salah satu cabang Pemuda Muhammadiyah di Kabupaten Pekalongan," jelas Heru.

Berkat kesuksesan tersebut, Heru sering diundang ke berbagai tempat untuk memberikan motivasi kepada pengurus dan kader Pemuda Muhammadiyah di seluruh Jawa Tengah.

Dia juga pernah diundang untuk memberikan motivasi di acara Rembuk Ekonomi Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta.

"Bahkan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah memberikan penghargaan kepada minimarket Jasmine sebagai role model kemandiran ekonomi Pemuda Muhammadiyah di seluruh Indonesia," ucapnya.

Sekarang, Heru menjadi pengurus PW Pemuda Muhammadiyah. Gerakan kemandirian ekonomi yang telah digagasnya tersebut sejalan dengan program ekonomi PW Pemuda Muhammadiyah Jateng.

Karena itu, melalui PWPM Jateng, dia menularkan semangat entrepreneurnya ke daerah-daerah di provinsi Jawa Tengah tersebut.

"Bahkan banyak dari teman-teman di daerah yang datang dan belajar langsung ke badan usaha yang telah dirintis oleh saya dan kawan-kawan Pemuda Muhammadiyah Wuled ini," lanjut Heru.

Dia berharap gerakan ekonomi dari Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah ini bisa menular ke wilayah lain di seluruh Indonesia. "Sehingga tercipta sebuah kemandiran ekonomi di dalam organisasi," pungkasnya. [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya