Berita

Sri Mulyani

Bisnis

Direktur CBA: Lebih Baik Jokowi Segera Copot Sri Mulyani

SELASA, 04 JULI 2017 | 09:19 WIB | LAPORAN:

Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi mengakui Menteri Keungan Sri Mulyani tidak memiliki terobosan. Dia dia hanya mengandalkan pertumbuhaan ekonomi yang ditopang konsumsi masyarakat.

"Dengan konsumsi ini, ekonomi kita tidak sehat dan tidak menciptakan lapangan kerja," kata Uchok kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (4/7).

Inflasi pada Juni 2017, bertepatan Ramadhan dan Lebaran, diklaim lebih terkendali karena upaya pemerintah mempertahankan pasokan bahan pangan. Meski begitu, terdapat fakta yang menunjukkan kelesuan daya beli di tingkat masyarakat. Hasil penelusuran terhadap data-data lapangan dan media massa menunjukkan penjualan berbagai produk jauh menurun dibandingkan Idul Fitri tahun-tahun sebelumnya.


Keluhan tentang kelesuan transaksi jual-beli pun disampaikan kalangan pengusaha ritel. Kebangkrutan bisnis ritel 7-Eleven adalah berita mengejutkan di tengah perayaan Hari Raya. Gerai yang biasa disebut Sevel itu kehilangan pasar anak-anak muda. Kalangan remaja dan pemuda kelas menengah bawah memiliki batas kemampuan beli yang merosot, bahkan hanya untuk menikmati kopi. Uang jajan extra yang dulunya bisa Rp 35.000-50.000 di kantong, kini tidak ada lagi.

Bukti penjualan yang menurun di masa jelang Hari Raya juga terlihat di pusat perbelanjaan tekstil Tanah Abang, Jakarta Pusat. Penjualan rata-rata pedagang Tanah Abang diprediksi melorot sampai 30 persen dibanding tahun lalu. Kemerosotan 50-70 persen dikabarkan  terjadi merata di Blok A, B dan F. Rata-rata barang jualan Tanah Abang masih menumpuk di gudang karena tidak terjual. Pembeli dari luar negeri seperti Malaysia, Brunei Darussalam dan kawasan Afrika mulai kabur. Hasil penjualan rata-rata hanya sepertiga dari biasanya. Ada pula yang cuma mampu menjual 10 persen dari seluruh barang.

Dalam beberapa diskusi terbatas, fenomena melemahnya daya beli masyarakat dikaitkan dengan kinerja dan kebijakan Menteri Keuangan era Jokowi-JK yang baru setahun bertugas, Sri Mulyani Indrawati alias SMI. Terutama kebijakan pengetatan anggaran dan pajaknya yang super-konservatif.

Artinya, menurut Uchok, walaupun tahun 2017 konsumsi masih tetap sebagai penopang utama perekonomian, tapi kerentanan mulai muncul seperti jual beli rakyat merosot.

"Bukan tidak ada barang, pasar tetap menyediakan barang kebutuhan masyarakat. Tapi harga barang tidak bisa dibeli atau terjangkau oleh rakyat. bisa terlalu Mahal, dan juga karena pendapatan rakyat sedang merosot. semua harga harga pada naik," jelasnya.

Selain itu, tambahnya, pendapatan negara juga menurut dia tengah tersendat (lampu merah), bahkan pertumbuhan kenaikan pendapatan anggaran bisa dibilang turun. Sedangkan belanja negara, pelan-pelan merangkak naik.

"Tapi untuk saat ini, untuk peningkatan pendapatan negara, kementerian keuangan hanya punya 'obat' yang sangat konservatif untuk memdorong pertumbuhan pendapatan negara, yaitu kebijakan pengetatan anggaran dan  tax amnesty atau pajak yang super konservatif," sesalnya.

Untuk itu, Uckok mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera mencopot SMI dari posisi Menteri Keuangan dan digantikan dengan orang yang lebih mempuni kerjanya.

"Akan lebih baik Sri Mulyani ini segera diganti saja," tegasnya. [zul]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya