Berita

Foto: Repro

Bisnis

28 Tahun Lagi Indonesia Harus Mencapai Ketahanan Pangan

SENIN, 03 JULI 2017 | 13:06 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Indonesia harus mencapai ketahanan pangan ketika berusia 100 tahun kemerdekaan agar mimpi sebagai bangsa besar pada tahun 2085 dapat terwujud.

Namun demikian, ketahanan pangan pada tahun 2045 itu dapat tercapai hanya jika bangsa Indonesia bekerja keras mengingat waktu yang tersisa tidak banyak.

Dengan merujuk pada ramalan mantan Menlu AS, Henry Kissinger pada tahun 2012, mencapai ketahanan pangan pada tahun 2045 dapat diartikan Indonesia akan memenangkan Perang Proksi atau yang sering disebut sebagai Perang Generasi Keempat (G-IV).


Setidaknya begitu inti sari buku "Memupuk Kesuburan, Menebar Kemakmuran" terbitan Gramedia Pustaka Utama pada Juli 2017 nanti.

Istimewanya buku ini ditulis oleh delapan penulis muda, yakni  Gary Eka Luviano, Ummu Mu’minah Shoraya, Adinda Mirza Maulidya,  Yehezkiel Adiperwira, Iyan Fajri, Deni Dwiguna Sulaeman, Muhammad Ihwan Fahrurrazi dan Taufik Aldila Armaputra yang sehari-harinya adalah pegawai Petrokimia Gresik.

Editor buku ini adalah Rahmad Pribadi, Direktur SDM Petrokimia Gresik dan yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Semen Baturaja.

Demikian dijelaskan Direktur Utama Penerbit Gramedia Pustaka Utama, n Wandi S Brata dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (3/7).

Dari kacamata penerbit, buku tersebut merupakan salah satu jalan keluar penting yang harus dilakukan pemerintah dan bangsa Indonesia agar Indonesia tidak tergantung pada impor pangan dari negara lain.

"Saya kira, ini terobosan strategis yang dilakukan oleh Rahmad Pribadi sebagai Direktur SDM yang dengan berani mendorong dan sekaligus mau memberi kepercayaan kepada generasi muda untuk melihat masa depan bangsa dan negaranya.  Buku ini merupakan cara pandang generasi muda terhadap masa depan negaranya, yang sebenarnya masa depan mereka sendiri. Ini penting sekali, karena menentukan posisi Indonesia ketika kelak para penulis muda ini menerima tongkat estafet kepemimpinan," tegas Wandi S Brata.

Menurut Wandi S Brata, amat jarang seorang direksi memberi kepercayaan kepada generasi muda yang terkait dengan hal-hal strategis. Buku "Memumpuk Kesuburan, Menebar Kemakmuran" memberikan pencerahan dan petunjuk bagi bangsa Indonesia untuk segera melakukan sesuatu agar  Indonesia tidak terbeli oleh negara asing dengan cara terlanjur amat tergantung dari negara lain.  Bagaimana menguasai sebuah negara melalu kontrol atas pangannya adalah inti dari perang proksi (G-IV) sebagaimana prediksi Henry Kissinger pada 2012.

"Jika kita melihat prediksi mantan Menlu AS Henry Kissinger pada tahun 2012, saya menjadi paham mengapa buku ini harus terbit. Meminta  generasi muda menulis buku ini merupakan keputusan yang luar biasa dan sangat berani yang diambil Rahmad Pribadi selaku Direktur SDM Petro karena setidaknya ada dua kesulitan dalam penulisan. Yang pertama adalah, bagi generasi muda saat ini, menulis adalah sebuah kesulitan dan kesulitan kedua kedua, mereka harus menulis tentang masa depan bangsanya," paparnya.

Buku ini, kata Wandi, menjadi sangat penting bagi kita semua terkait dengan tahun 2050 ketika dunia memasuki tahun ledakan penduduk yakni hampir 10 miliar orang. Jumlah yang sedemikian besar membutuhkan pangan dan ini mendorong seluruh negara termasuk AS dan China, yang berpenduduk besar, mencari sumber pangan dan air. Mencari sumber pangan dan air ke tempat lain artinya harus menguasai negara tersebut dengan berbagai cara.

Diurai lebih lanjut, Indonesia memang belum dapat mencapai kedaulatan pangan mengingat bahwa sebagian bahan pangan hanya dapat diperoleh melalui impor seperti gandum, bahan baku roti dan mie. Sementara, tanaman gandum itu sendiri tidak dapat hidup di alam tropis seperti Indonesia.  Jika ketahanan pangan tercapai pada tahun 2045, diharapkan pada 2085 atau tujuh puluh tahun kedua kemerdekaan RI, mimpi bangsa Indonesia yang oleh Presiden Jokowi dikumpulkan melalui kapsul waktu, dapat terwujud.

Masih menurut Wandi S Brata, buku ini merupakan pengamatan jeli dari para penulisnya dengan memuat sebagian besar provinsi Indonesia yang ternyata menggunakan bahan pangan sebagai lambang daerahnya. Sekalipun digunakan sebagai lambang, ketahanan pangan ternyata tidak terwujud dalam pembangunan daerahnya.

Memang ada berbagai istilah terkait dengan pangan yakni, swasembada, kemandirian, ketahanan ataupun kedaulatan yang memiliki pengertian yang berbeda. Namun pada intinya, buku ini mengajak bangsa Indonesia untuk membangun ketahanan pangan termasuk di dalamnya mewaspadai pola dan budaya pangan agar tidak terjadi food losses (bahan pangan yang hilang) ataupun food waste (makanan yang terbuang).[***]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya