Berita

Komjen Budi Waseso/Net

Wawancara

WAWANCARA

Komjen Budi Waseso: Kita Sudah Tangani Dengan Kementerian Kesehatan, Kita Teliti Flakka Lebih Dalam

SENIN, 03 JULI 2017 | 09:17 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bekas Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri ini menduga narko­ba jenis baru bernama flakka sudah masuk ke Tanah Air, bah­kan sudah dipasarkan oleh para bandar narkoba. Memang pe­masarannya masih dalam jumlah kecil. Ke depan jika peminatnya makin banyak, maka bukan tidak mungkin flakka akan masuk dalam jumlah besar.

Seperti diketahui, beberapa pekan terakhir, media sosial diramaikan dengan beredarnya unggahan video orang yang disebut sedang dalam pegaruh narkotika jenis baru bernama flakka.Dalam video tersebut, seseorang yang dalam pengaruh flakka tampak bergerak aktif tidak beraturan. Bahkan di be­berapa video, pengguna flakka rela menyakiti dirinya sendiri hingga menabrakan dirinya ke mobil.

Jenderal Buwas melihat flakka sebagai ancaman baru peredaran narkoba di Indonesia. Kepada Rakyat Merdeka, Jenderal Buwas menjelaskan tentang ancaman flakka;


Bagaimana perkembangan Flakka di Indonesia?
Saat ini kita sedang meneliti beberapa narkoba jenis baru itu termasuk flakka. Selain itu kita sekarang juga sedang melaku­kan pengawasan bersama-sama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) un­tuk nanti mengecek kandungan flakka. Jika sudah ditemukan (kandungan berbahayanya), Kepolisian bersama dengan BNN akan melakukan penga­wasan terhadap narkoba jenis baru tersebut. Sampai hari kita memang belum menemukan flakka itu di Indonesia, tapi kita kan sudah mendapat informasi tentang narkoba jenis flakka itu dari dunia internasional, infor­masi itu di dapat dari beberapa negara, sehingga kita tetap men­gantisipasinya.

Berdasarkan hasil penelu­suran BNN, apakah flakka sudah masuk ke Indonesia?
Kemungkinan sudah masuk, tapi belum ada (di pasaran). Belum ada temuan flakka di kita, tapi bisa saja barang terse­but sudah masuk ke Indonesia. Karena kan bisa saja sudah beredar tapi kita belum berhasil menemukan.

Beberapa pekan lalu, Satuan Reserse Narkoba Polresta Depok menangkap pengedar narkotika jenis ekstasi berlogo Superman yang kandungan kimiawinya memiliki efek yang sama dengan flakka, apa benar itu flakka?

Kemiripan kandungan narko­ba jenis ekstasi (berlogo super­man) itu dengan kandungan di flakka bisa saja terjadi, tapi nyatanya itu kan bukan flakka. Tapi memang kandungan salah satu di dalam flakka adalah hampir sama dengan zat yang ada di ekstasi.

Anda menduga flakka sudah masuk ke Indonesia, dengan begitu otomatis sudah ada bandarnya dong Indonesia?
Bisa saja ada bandar yang kemungkinan bisa memasok flakka itu. Semua itu kan ter­gantung permintaan di pasarnya, kalau memang banyak peminat atau pangsa pasar dari flakka itu sudah besar, pasti mereka akan menjualnya lagi dengan jumlah yang labih besar lagi. Tapi yang pasti sekarang mereka akan coba-coba jual barang itu ke masyarakat untuk mengetahui apakah ada peminatnya atau tidak.

Berdasarkan pantauan Anda, sebenarnya flakka ini berasal dari negara mana sih?
Ini yang kita belum tahu persis flakka itu berasal dari negara mana, ini kan timbulnya narkoba jenis-jenis baru ini adalah sebuah kreativitas perkembangan dari jar­ingan narkotika di seluruh dunia. Flakka ini sebuah produk narko­tika jenis baru yang jumlahnya semakin banyak dan beragam di dunia ini termasuk di Indonesia.

BNN sudah berkoordi­nasi dengan kementerian atau lembaga lainnya untuk mengeceknya?
Sudah kita tangani semua jenis narkoba baru dengan Kementerian Kesehatan, kita lakukan penelitian mendalam mengenai flakka ini dan melakukan koordinasi den­gan negara-negara luar sehingga kita bisa mencegahnya agar tidak masuk ke Tanah Air.

Efek dari flakka itu apakah seekstrim yang beredar di media sosial?
Ya faktanya efek yang men­gonsumsi flakka itu memang bahaya sekali, perilaku peng­gunanya akan (sekstrim) seperti di dalam video yang beredar di youtube atau media sosial lain­nya. Tapi memang kan semua narkoba itu berbahaya, lebih bahaya lagi kalau narkoba itu disalahgunakan. ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya