Berita

Obama/net

Politik

Kunjungan Obama Ke Rumah Eddy Kusnadi Yang Masih Misteri

MINGGU, 02 JULI 2017 | 00:08 WIB | LAPORAN:

Banyak yang tidak tahu atau baru mendengar nama Eddy Kusnadi Sariaatmadja. Kediaman Eddy, di Jalan Lumajang 1, Menteng, Jakarta Pusat, menjadi salah satu tempat persinggahan Barack Obama selama berkunjung ke Indonesia.

Presiden Amerika Serikat (AS) ke-44 itu diundang khusus dalam jamuan makan malam "Private Event," Jumat (30/6) malam.

Padahal, undangan serupa oleh Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X sempat ditolak Obama saat singgah ke Jogja, beberapa waktu lalu.


Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, mencoba menyampaikan analisanya terkait misteri kunjungan Obama ke rumah Eddy.

"Kunjungan ke rumah Eddy ini menjadi salah satu misteri kunjungan Obama ke Indonesia. Orang banyak tanya, siapakah Eddy hingga mantan orang nomor satu di AS itu rela melowongkan waktu ke rumahnya?," tutur Adi kepada RMOL, Sabtu (1/7).

Menurut Adi, salah satu asumsi spekulatif yang paling memungkinkan bahwa Eddy adalah "Orang Spesial" di Indonesia saat ini. Setidaknya CEO Emtek itu, memiliki kedekatan dengan orang yang pernah berkuasa, yakni Obama.

"Jika hanya pengusaha, tentu banyak pengusaha yang lebih top dari Eddy," timpal dosen fakultas Fisip UIN Jakarta tersebut.

Sebagai pengusaha sukses dan terkenal, Eddy mengawali bisnisnya dengan mendirikan Emtek Group tahun 80-an.

Pemilik hak eksklusif disributor komputer Compaq di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, Group Emtek berhasil meraih kejayaan sebagai perusahaan raksasa di Indonesia.

Puncaknya, manuver yang dilakukan Eddy, Emtek Group mampu menguasai mayoritas saham dari stasiun TV swasta SCTV.

Tahun 2006 lalu, aset yang dimiliki PT Surya Citra Media Tbk yang menaungi SCTV mampu meraih keuntungan hingga senilai Rp 1,82 triliun. Penjualan bersihnya mencapai Rp 1,2 triliun. Keluarga Eddy pun mampu menguasai saham SCTV sebesar 78.69 persen.

"Eddy ini tidak banyak yang tahu. Jarang bahkan tak pernah muncul ke permukaan. Ini yang bikin orang tanda tanya. Yang paling mungkin bisa dijelaskan, Eddy ini salah satu pemegang saham Blackberry yang  bermarkas di Amerika," papar Adi.

Dalam agenda Private Event selama kurang lebih tiga jam di rumah Eddy, ikut hadir juga Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.

Namun, tidak jelas kepentingan apa yang menyertakan Ketua Umum PDIP itu di meja makan rumah Eddy. Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, juga enggan memberi penjelasan terkait kedatangan Mega ke rumah tetangganya di Menteng itu.

Seperti diketahui, Obama mendarat di bandara Internasional Ngurai Rai, Bali dengan jet khusus, Jumat sore, 23 Juni lalu. Obama dan keluarganya mengagendakan liburan keluarga di Bali dan Yogyakarta.

Selain dua lokasi tersebut, Obama juga menyiapkan agenda kunjungan ke Jakarta dan Bogor, 30 Juni hingga 2 Juli. Beberapa diantaranya, menemui Presiden RI Joko Widodo di Istana Bogor dan makan malam di kediaman Eddy, tanggal 30 Juni.

Serta, menghadiri Kongres Diaspora Indonesia ke-4 yang berlangsung di Mal Kota Kasablanka, Sabtu 1 Juli.

Obama menuntaskan pidato pertamanya di Asia pasca lengser dari jabatan Presiden AS, membahas tema pluralisme dan globalisasi.

Selama di Jakarta, Obama dan keluarganya bermalam di Hotel Mandarin Oriental Jakarta. Rencananya, Obama dan rombongan akan bertolak ke Korea Selatan, Minggu pagi tanggal 2 Juli.[san]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya