Berita

Sri Mulyani/Net

Politik

Sri Mulyani Jadi Menko Ekonomi?

SABTU, 01 JULI 2017 | 19:33 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

BAGAIMANA wajah pemerintahan Jokowi dua tahun ke depan?

How about the cabinet?

Diibaratkan, kabinet saat ini like a soccer team.


Darmin, sang Menko Ekonomi, yang dipercaya jadi kiper bukan cuma kualahan tapi juga tidak punya inisiatif untuk mengatasi keadaan. Paket kebijakan ekonomi yang dia bikin berjilid-jilid bagaikan Koo Ping Ho, benar-benar tidak nendang. Tax amnesty ternyata tidak sehebat gembar-gembornya.

Pendapatan pajak di luar tax amnesty malah merosot. Sedangkan Sri Mulyani, seperti halnya Darmin, rupa-rupanya text book thinker, penghafal mazhab neolib, yang rumusnya antara lain ngutang & potong anggaran.

Kalau dulu Harmoko apa-apa serba ‘’atas petunjuk bapak presiden’’, Darmin & Sri selama ini "atas petunjuk World Bank & IMF".

Di dalam pers Belanda ada istilah "kabinetskwestie", yang artinya mempertanyakan apakah kabinet masih mendapat kepercayaan rakyat?
Apakah kabinet Jokowi kabinetskwestie? Masih mengantongi kepercayaan rakyat?

Mengutip istilah Sukarno, Presiden Jokowi harus cepat banting stir, sebab boleh jadi dua tahun ke depan merupakan tahun vivere peri coloso, tahunnya menyerempet-nyerempet bahaya kalau tim ekonomi di kabinet tidak secepatnya diperbaiki, pemerintahan Jokowi bakal kandas dan selesai sudah di 2019 sebab kabinetnya (tim ekonominya) tidak mendapat kepercayaan rakyat.

Jadi, wacana reshuffle kabinet harus menyentuh esensi yakni pertarungan ideologis antara kepentingan neolib yang selama ini direpresentasikan oleh Darmin dan Sri dengan kepentingan keberpihakan kepada rakyat.

Banyak kalangan berpendapat, menaikkan Sri Mulyani jadi Menko Ekonomi sama saja mempercepat hilangnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan Jokowi yang selama ini dikesankan merupakan simbol wong cilik dan pro rakyat, karena Presiden Jokowi datang dari kalangan rakyat biasa yang sangat dekat dengan rakyat.

Jadi sudah seharusnya Presiden Jokowi menempatkan figur menteri pejuang yang sudah terbukti memliki keberpihakan yang kuat kepada rakyat untuk posisi Menko Ekonomi, bukan lagi menteri hasil pencitraan belaka yang keberpihakannya hanya kepada pasar, IMF dan Bank Dunia serta menghamba kepada faham neoliberalisme.

Kalau ini dilakukan maka Jokowi bukan hanya akan melaju ke periode kedua sebagai presiden, tetapi juga akan dikenang sebagai the great president yang pro rakyat, yang legacy-nya akan menjadi sumbangsih abadi buat bangsa dan negara.
Sukarno mengingatkan kepada kita bahwa syarat pemimpin ada tiga.

Pertama, harus bisa menggambarkan atau melukiskan cita-cita. Kedua, harus bisa memberikan rasa mampu atau keyakinan kepada rakyat untuk mencapai apa yang dicita-citakan. Ketiga, harus bisa menanamkan kemauan kepada rakyat.

"Kalau ketiga ini dijadikan Trimurti, dipersatukan di dalam tindakanmu sebagai pemimpin, engkau akan bisa menggerakkan rakyat..."

Bung Hatta menyebut menteri-menteri adalah juga pemimpin rakyat. Tidak lambat laun hanya memiliki semangat pegawai saja tanpa tanggungjawab yang kuat.

Meskipun kedudukan menteri tergantung dari presiden, menteri bukanlah pegawai tinggi biasa karena menteri-menterilah yang terutama menjalankan kekuasaan pemerintah dalam praktek. Dengan demikian menteri punya pengaruh yang sangat besar terhadap presiden dalam menentukan politik negara di bidangnya masing-masing.

Kedudukan seorang Menko, terutama Menko Ekonomi, lebih besar lagi peran dan tanggungjawabnya.

Dalam konteks sekarang misalnya Menko Ekonomi membawahi 10 kementerian yang bertanggungjawab terhadap kesejahteraan rakyat, terhadap visi Nawa Cita & Tri Sakti yang ingin diwujudkan oleh Presiden Jokowi. Di tangan Menko Ekonomi kredibiltas dan citra pemerintahan Presiden Jokowi dipertaruhkan. Termasuk kelangsungan pemerintahan Jokowi pasca 2019 yang hanya sekitar dua tahun lagi.

Keberhasilan ekonomi sebuah negara erat kaitannya dengan kemampuan menteri bidang ekonomi.

Sri dan Darmin esensinya adalah "setali tiga uang", sama-sama ekonom pro pasar dan pro tuan-tuan World Bank & IMF, yang rumusnya secara sederhana antara lain mengutang & potong anggaran.

Penolakan Sukarno terhadap liberalisme ekonomi (neolib) nyata dan jelas, antara lain dikatakannya di dalam salah satu tulisannya di dalam buku Di Bawah Bendera Revolusi. "Liberalisme ekonomi telah membawa bencana, menjadi ibunya semua bencana..."

Presiden Jokowi butuh Menko Ekonomi dengan syarat kepemimpinan seperti yang digambarkan oleh Sukarno: bisa menggambarkan atau melukiskan cita-cita, bisa memberikan rasa mampu atau keyakinan kepada rakyat untuk mencapai apa yang dicita-citakan, dan bisa menanamkan kemauan kepada rakyat.

Yang dimaksud tentu bukan Darmin dan Sri Mulyani. [***]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya