Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

UKM Sesalkan Penolakan Lelang Gula

SELASA, 27 JUNI 2017 | 20:44 WIB | LAPORAN:

Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) menyesalkan masih adanya pihak-pihak yang menolak dan meminta penundaan lelang gula kristal rafinasi (GKR) yang dilakukan oleh pemerintah.

"Saya kecewa dan akan menolak siapapun yang mau menghambat proses lelang ini,” kata Ketua Koperasi Ritel Tambun yang juga pengusaha dodol Garut, Suyono kepada wartawan di Jakarta, Selasa (27/6).

Seharusnya, kata dia lagi, program pemerintah tersebut didukung oleh semua pihak karena menurut catatan pihaknya banyak manfaat dengan sistem lelang tersebut.


"Salah satunya bisa menjamin industri kecil menengah dapat pasokan GKR dengan harga yang wajar,” terangnya.

Menurut Suyono, mereka yang menolak lelang tersebut, tidak tahu masalah adanya GKR yang merembes atau ilegal dan harganya pun tidak terjangkau.

"Mereka itu tidak tahu masalah yang sebenarnya dan hanya fokus kepada kepentingan pribadi," jelasnya.

Suyono menyesalkan adanya anggota Komisi VI DPR RI yang menolak kebijakan pemerintah itu.

"Saya katakan kecewa berat. Maaf DPR RI itu mewakili siapa? Rakyat kecil yang banyak kepentingannya diabaikan atau dia mewakili kelompok,” katanya.

Selain itu, Suyono menduga piha-pihak yang menolak lelang gula itu adalah golongan yang merasa usaha bisnisnya terganggu, namun tidak mau tanggung jawab.

"Bahwa rembesan (gula rafinasi) sangat tidak baik bagi semua termasuk hak IKM atau UMKM yang sering tidak mendapatkan gula. Bahkan harga beli IKM sangat tidak wajar,” jelasnya.

Sebelumnya, Ekonom dan Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira menilai kebijakan pemerintah lelang gula kristal rafinasi merupakan langkah positif untuk mendapatkan harga gula terbaik.

"Model lelang ini kan secara ideal untuk menciptakan harga terbaik. Saya dukung kebijakan ini sebagai bagian upaya Kemendag menyelesaikan masalah rembesan GKR ke pasar konsumsi. Melalui lelang harga lebih adil, kemudian tata niaga diperbaiki, petani kecil bisa akses," ujar Bhima

Namun, ia juga meminta agar pemerintah memperhatikan masalah di hulu industri gula nasional. Mulai dari belum maksimalnya kapasitas produksi gula nasional karena mayoritas pabrik masih menggunakan mesin-mesin lama sehingga tidak produktif.

"Banyak terjadi rembesan, ini berkaitan dengan impor. Ini kan kapasitas produksi bermasalah, pengawasan lemah, ini kasus lama, lah. Di sektor hulu harus diperbaiki," demikian Bhima. [sam]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya