Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Ini Sebab Seven Eleven Bangkrut

SELASA, 27 JUNI 2017 | 11:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sudah sejak beberapa waktu belakangan ini banyak gerai Seven Eleven yang tutup. Pihak Seven Eleven di Indonesia telah mengumumkan bahwa operasional Seven Eleven akan berhenti sama sekali mulai 1 Juli 2017.

Menurut Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi Partai Hanura, Benny Pasaribu, kebangkrutan Seven Eleven perlu menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Termasuk pemerintah.

"Mereka terlalu meyakini konsep yang mereka terapkan, padahal tidak sesuai dengan tuntutan pasar,” ujar doktor ekonomi lulusan Kanada itu kepada wartawan senior Derek Manangka.


Yang dimaksud Benny dengan “mereka” adalah pemegang lisensi waralaba Seven Eleven di Indonesia. Bukan perushaan induk Seven Eleven di luar negeri.
 
Seven Eleven yang merupakan perusahaan asal Amerika, kalah bersaing dengan Alfamart dan Indomart, dua toko swalayan 24 jam ciptaan pebisnis Indonesia.

Ketidak mampuan Seven Eleven bersaing, disebut-sebut, mengakibatkan kerugian mencapai hingga Rp 500 miliar per bulan.

Usaha untuk menyelamatkan Seven Eleven di Indonesia, dicoba dengan cara menjual sahamnya ke pemodal baru. Namun usaha ini kelihatannya tidak berhasil. Sehingga diputuskan mulai 1 Juli 2017 semua gerai Seven Eleven di Indonesia ditutup.

Menurut Benny, siapapun dalam menjalankan bisnis saat ini, harus cermat memperhatikan pergerakan pasar dan konsumen.

Konsumen Seven Eleven berada di lapisan masyarakat menengah ke atas. Untuk itu dia menetapkan harga jual produknya dengan lebih mahal.

Sementara konsumsen yang datang ke gerai Seven Eleven mereka yang masuk kategori masyarakat menengah keke bawah. Yang mencari produk yang harganya lebih murah.

Sehingga Sevem Eleven tidak ketemu konsumen yang dia sasar. Dalam terminologi lain, Seven Eleven mengkhususkan diri pada penjualan "fresh food" dengan sasaran konsumen menengah ke atas. Dia kalah dengan perusahaan waralaba lainnya yang mentargetkan konsumen menengah ke bawah. Sebuah segmen pasar yang lebih besar.

Kendati begitu, situasi yang dialami Seven Eleven Indonesia, bisa jadi merupakan sebuah siklus. Tahun ini pasar konsumen tidak sesuai dengan target, tapi bisa jadi dalam beberapa tahun kemudian, berubah.
Benny melihat sebagai sebuah siklus, karena hal serupa terjadi di bisnis dan produk lainnya.

"Siapa yang pernah menduga, Nokia bisa dikalahkan oleh Samsung dalam bisnis handphone,” tutur Benny Pasaribu.

“Tapi kalau Samsung juga tidak melakukan inovasi secara berkala, bukan tak mungkin dia akan masuk dalam siklus yang merugi,” demikian Benny Pasaribu. [dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya