Berita

Sawit/net

Bisnis

Dua LSM Asing Ini Rajin Serang Industri Sawit Indonesia, Pemerintah Diminta Untuk Melawan

KAMIS, 22 JUNI 2017 | 16:45 WIB | LAPORAN:

Kampanye hitam dari LSM atau NGO asing untuk mematikan industri sawit nasional semakin gencar.

Anggota Komisi IV DPR, Firman Subagyo menegaskan bahwa LSM asing yang acapkali menyerang industri sawit nasional, perlu dilawan. Untuk itu, pemerintah diharapkan bisa lebih serius dalam membela industri sawit yang terbukti berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

"Saya kira, kampanye hitam dari LSM asing, ada motif bisnis. Ya, harus dilawan," tegas usai seminar sawit yang digelar Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Jakarta, Rabu (21/6).


LSM atau NGO asing Yang dimaksud politisi Golkar ini, tentu saja termasuk Mighty Earth asal Amerika Serikat dan AidEnvironment asal Belanda (Eropa) yang rajin menebar informasi miring soal industri perkelapa-sawitan di Indonesia.

"Ke depan, DPR ingin sektor ini dilindungi. Makanya kita dorong lahirnya UU Perkelapa sawitan yang saat ini sedang dibahas di DPR," papar Firman.

Kata Firman, industri sawit memiliki potenai ekonomi yang mumpuni. Dari ekspor sawit, terkumpul devisa sebesar US 20 miliar dolar per tahun.

"Sawit menjadi salah satu potensi pengurangan pengangguran, kelapa sawit juga dapat menjadi jawaban untuk keseimbangan antara Pulau Jawa dengan Luar Jawa", kata Firman.

Ke depan, lanjut Firman, penjualan industri kelapa sawit kepada pihak asing, perlu dibatasi. Namun kata dia, bila yang sudah berjalan tidak ada masalah, terkecuali jika ada yang baru. Adapun UU Perkelapa Sawitan yang dirancang DPR tegas Firman sudah hampir 90 persen rampung.

"Ini harus dikebut kalau tidak kita akan jauh ketinggalan dari Malaysia," kata Firman.

Sementara Ketum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani menegaskan, menyangkut industri kelapa sawit nasional yang menjadi bagian dari Apindo, harus solid dalam melawan kampanye hitam (black campaign) dari LSM asing.

Sri Adiningsih yang menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), menyampaikan, industri sawit Indonesia berpeluang menjadi nomor satu di dunia.

"Sawit di Indonesia penting sekali dalam pembangunan di Indonesia. Saya yakin dan sudah melihat sendiri, sawit itu perkembangannya luar biasa. Banyak menyerap tenaga kerja. Apalagi ekspor sawit terus meningkat. Kita menjadi salah satu pengekspor terbesar di dunia. Namun, sampai saat ini, sawit belum sampai diolah sampai ke sektor hilir," papar Sri.

Kata Sri, perkebunan sawit khususnya milik rakyat, belum cukup signifikan karena produktifitasnnya masih rendah. Perkebunan sawit rakyat terhampar cukup luas, namun hasilnya belum maksimal dibandingkan perkebunanan swasta.

Di Papua, pertumbuhan perkebunan kelapa sawit cukup tinggi. Alhasil, perekonomian masyarakat di sana, bergerak positif. Demikian pula peenyerapan tenaga kerjanya cukup tinggi.

Terkait kampanye hitam yang gencar dilakukan asing, Sri menilainya harus dijadikan sebagai tantangan. Itu artinya, Indonesia sebagai penghasil sawit terbesar dan diperhitungkan di dunia dan membuat kompetitor merasa tak nyaman.

"Mau tak mau, mereka melancarkan kampanye negatif, termasuk dengan melibatkan LSM. Ya seperti Mighty Earth dan AidEnvironment," demikian Sri.[san]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya