Berita

Pauline Hanson/BBC

Dunia

Politisi Australia Kebanjiran Kritik Karena Komentarnya Soal Siswa Autis

KAMIS, 22 JUNI 2017 | 16:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Politisi kontroversial Australia Pauline Hanson kebanjiran kritik setelah mengeluarkan komentar kontroversial dengan mengatakan bahwa siswa autis seharusnya dikeluarkan dari kelas.

Komentarnya banyak dikritik oleh anggota parlemen pemerintah, pendukung oposisi dan aktivis penyandang cacat.

"Anak-anak ini memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan, bagaimanapun juga, tapi jika ada beberapa dari mereka, anak-anak ini harus masuk ke kelas khusus dan dirawat dan diberi perhatian khusus," kata Hanson Rabu malam kemarin (21/6).


"Tidak ada gunanya mengatakan bahwa kita harus membiarkan anak-anak ini merasa nyaman dengan diri mereka sendiri dan bahwa kita tidak ingin mengecewakan mereka dan membuat mereka merasa sakit hati," sambungnya.

Anggota parlemen Buruh Emma Husar, yang memiliki anak laki-laki berusia 10 tahun dengan autisme, mengatakan bahwa dia marah dan kecewa oleh komentar Hanson.

"Dia berutang permintaan maaf kepada setiap anak autis di negeri ini, setiap orang tua yang seperti saya karena kami melakukan hal yang lebih baik untuk dilakukan daripada membela anak-anak kami," kata Husar seperti dimuat BBC.

Sementara Hanson tidak menanggapi desakan permintaan maaf dan mengatakan bahwa penafsiran mereka telah keluar dari konteks. [mel]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya