Berita

Pangeran Harry (ketiga dari kanan) saat prosesi pemakaman ibunya/BBC

Global

Cerita Pangeran Harry Saat Pemakaman Putri Diana

KAMIS, 22 JUNI 2017 | 14:27 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pangeran Harry dari Inggris bercerita soal masa-masa sulit saat ia harus menerima kematian sang ibu, Putri Diana saat ia masih berusia 12 tahun.

Pada saat Putri Diana meninggal karena sebuah kecelaan mobil di Paris saat dikejar-kejar oleh paparazi, tahun 1997, Pangeran Harry bergabung dengan ayahnya Pangeran Wales, kakeknya Duke of Edinburgh, dan kakaknya Duke of Cambridge, serta pamannya Earl Spencer, dalam prosesi melalui jalanan London menuju pemakaman Putri Diana.

Kepada majalah AS, Newsweek baru-baru ini. Harry bercerita bahwa pada saat itu, ia telah menerima konseling untuk mengatasi kematian ibunya.


"Ibu saya baru saja meninggal, dan saya harus berjalan jauh di belakang peti jenazahnya, dikelilingi oleh ribuan orang Mengamatiku sementara jutaan lainnya di televisi," kata Pangeran Harry seperti dimuat BBC.

"Saya tidak berpikir ada anak yang diminta melakukan hal itu, dalam keadaan apapun, saya rasa ini tidak akan terjadi hari ini," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pangeran Harry juga memuji Putri Diana karena perannya untuk membawa dirinya dan kakaknya, Pangeran William, menjalani kehidupan sehar-hari layaknya warga biasa.

Ia menjelaskan bahwa orang lain mungkin tidak akan percaya bahwa kehidupannya dan kakaknya tak ubahnya warga biasa.

"Saya bahkan melakukan belanja sendiri Kadang-kadang. Saya khawatir seseorang akan menjepret saya dengan telepon mereka Tapi saya bertekad untuk memiliki kehidupan yang relatif normal, dan jika saya cukup beruntung memiliki anak, mereka juga bisa memilikinya," sambungnya.

Harry juga menjelaskan bahkan bila mungkin ia menjadi Raja, ia akan tetap berbelanja sendiri seperti yang biasa ia lakukan. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya