Berita

Foto/Net

Bisnis

Peredaran Barang Palsu Menjamur Di Online Shop

Produsen Masih Kesulitan Daftarin Mereknya
KAMIS, 22 JUNI 2017 | 11:05 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) men­gungkapkan peredaran barang palsu semakin marak. Tidak hanya di toko konvensional, peredaran barang palsu kini sudah menjamur di online shop. Produsen pun diimbau untuk mendaftarkan mereknya guna menghindari sengketa hingga potensi pemalsuan.

Ketua MIAP Widyaretna Bue­nastuti mengatakan, online shop kini menjadi wadah paling efek­tif bagi pedagang nakal untuk memasarkan produk palsunya. "Gambar yang di internet beda dengan barang yang diterima, seringnya begitu," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Ia mengatakan, produk palsu yang banyak diedarkan di online shop antara lain produk kosme­tika, produk kulit dan produk fashion. "Produk yang menyasar perempuan-perempuan yang paling banyak," tambahnya.


Peredaran lewat online shop ini membuat penyebaran barang palsu menjadi semakin sulit untuk diawasi. "Online shop ini kan jumlahnya banyak. Makanya kami imbau salah satu pencegah­annya yakni produsen mendaftar­kan mereknya," sebutnya.

Menurutnya, pendaftaran mer­ek akan memberikan keamanan bagi produsen dan sekaligus memberikan kenyamanan bagi konsumen. "Ini penting karena ada sejumlah ketentuan baru di dalam Undang-Undang (UU) Merek. Misalnya soal merek terkenal yang sering disengke­takan," tambahnya.

Ia mengatakan, sosialisasi pentingnya penghargaan dan perlindungan kekayaan intelek­tual terus dilakukan sejalan dengan langkah menggaung­kan semangat Peduli Asli. "Ini merupakan komitmen yang akan dijaga oleh MIAP untuk melind­ungi konsumen dari ancaman produk palsu," tuturnya.

Sekjen MIAP Justisiari Kusumah mengatakan, pihaknya juga bekerja sama dengan ke­polisian untuk mencegah pere­daran produk palsu di lapangan. "Kita bersama kepolisian, Selasa (19/6), melakukan penindakan terhadap pemalsuan produk ka­camata merek Ray Ban dan Oak­ley di Bandung. Kita amankan sekira 22 ribu pieces," katanya.

Direktur Merek dan Indikasi Geografis Ditjen Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemente­rian Hukum dan HAM Fathlu­rachman mengatakan, hingga saat ini pendaftar merek yang masuk mencapai 300 berkas per hari. Jika dihitung per tahun diperkirakan mencapai 60 ribu proposal merek yang masuk ke Direktorat Merek.

"Ini yang harus kita selesai­kan. Karena masih 20-40 ribuan merek yang didaftar 2016 yang belum tuntas. Masa tunggu hingga sertifikat merek keluar sudah diperpendek jadi 9 bulan sejak didaftarkan di UU Merek yang baru. Kalau yang lama 14 bulan masa tunggunya," jelas Fathlurachman.

Dia menambahkan, pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap pelanggaran kekayaan intelektual bersama dengan jaja­ran terkait. "Karena pengaduan yang kita terima sekira 150 - 200 terkait pelanggaran hak cipta, termasuk sengketa merek," un­gkap Fathlurachman.

Kanit Industri dan Perdagangan Direktorat Tipideksus Bareskrim Mabes Polri Tatok Smengatakan, bahwa penyelesaian sengketa dalam UU Merek didahului se­cara administratif, perdata. Lalu terakhir baru secara pidana.

"Jadi daftarkan merek Anda, dan kalau ada yang meniru/memalsukan, laporkan karena hak ekonomi anda dilanggar," kata Totok. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya