Berita

Bambang Irianto/Net

X-Files

Teman Wanita Dibelikan Rumah Rp 600 Juta dan Diumrohkan 3 Kali

Kasus Korupsi Walikota Madiun
KAMIS, 22 JUNI 2017 | 10:02 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengorek aliran duit dari Walikota Madiun nonaktif Bambang Irianto kepada sejumlah orang dekatnya. Duit pemberian itu diduga dari hasil korupsi.
 
Dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), jaksa KPK memanggil Liana Rahmawati, salah satu teman dekat Bambang, untuk bersaksi.

Liana berusia 34 tahun. Berprofesi dosen di sebuah universi­tas di Kediri, Jawa Timur. Liana mengakui kerap diberi uang oleh Bambang. "Saya menerima uang dari Pak Walikota Bambang Irianto mulai 2011 hingga tahun 2016," akunya.


Ia membeberkan pernah menerima uang Rp 5 juta dari Bambang di restoran Jepang di Hotel JW Marriot, Surabaya. Lalu pernah dikasih 2 ribu dolar Amerika di Warung Rujak, juga di Surabaya.

Bambang juga memberikan uang Rp 20 juta ketika ber­temu Liana lagi di Surabaya. Keduanya bertemu di restoran Qushi Q di Ciputra World.

Liana mengaku pernah menerima kiriman uang dalam jumlah besar ke rekeningnya dari Bambang. Ia mengingat jumlahnya Rp 300 juta untuk membayar pembelian rumah. Kemudian Rp 150 juta dan Rp 30 juta untuk membayar asuransi.

Perempuan yang mengenakan kerudung hijau mengingat, pem­berian uang terakhir pada 2016 lalu sebelum Bambang diusut KPK karena diduga korupsi.

Saat itu, Liana datang ke Kantor Walikota Madiun un­tuk bertemu Bambang. "Tahun 2016 saya menerima Rp 5 juta di ruang kerja terdakwa untuk keperluan pribadi," tutur Liana.

Semua uang dari Bambang di­gunakan untuk keperluan pribadi Liana. "Uangnya saya gunakan untuk berbagai keperluan. Salah satunya umroh dan pembelian rumah seluas 105 meter perse­gi," bebernya. Uang pemberian dari Bambang dipakai Liana umroh tiga kali.

Pengakuan Liana mengenai pembelian rumah klop dengan kesaksian Ria Yunitasari. Ria adalah staf pemasaran pengem­bang perumahan di Kediri.

Ria mengungkapkan pada 2015 Bambang membeli rumah yang berlokasi di Desa Kwadungan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Harga rumahnya Rp 600 juta.

Rumah itu kemudian diatasnamakan Liana yang beralamat di Jombang, Jawa Timur. Jaksa KPK kemudian menanyakan hubungan Liana dengan Bambang. Namun, Ria tak tahu. Rumah yang dibeli Bambang untuk Liana itu kini disita KPK.

Orang dekat yang juga pernah menerima duit dari Bambang adalah Sugeng Rismiyanto. Sugeng menjabat Wakil Walikota Madiun. Kini, dia menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Madiun setelah Bambang men­jadi terdakwa.

Sugeng mengaku pernah de­lapan kali menerima duit dari Bambang. Lima kali menerima langsung dari Bambang. Tiga kali lewat perantara. Ia mengaku hanya pernah menerima duit dari Bambang Rp 48 juta.

"Saat diberi saya tidak curiga karena saya percaya Pak Wali (Bambang) usahanya cukup banyak," ujar Sugeng.

"Pemberian itu akhir-akhir kemarin sebelum kasus mencuat saat KPK turun ke Madiun. Tapi uang itu sudah kami serahkan ke (rekening) penampungan KPK setelah saya dapat penjelasan itu masuk uang gratifikasi dari beberapa media," tutur bekas rektor Universitas Merdeka Madiun itu.

Wali Kota Madiun nonaktif Bambang Irianto didakwa jaksa KPK melakukan tindak pidana korupsi pembangunan Pasar Besar Madiun. Bambang didak­wa memperkaya diri sendiri dan menerima gratifikasi dengan nilai total sekitar Rp 59 miliar.

Dalam perkara ini, Bambang didakwa melakukan korupsi, menerima gratifikasi serta tin­dak pidana pencucian uang. Bambang menerima keuntun­gan dari proyek Pasar Besar Madiun dengan memberi pinja­man kepada perusahaan peme­nang tender.

"Dari proyek tersebut, terdakwa mendapat keuntungan total sebesar Rp 4,1 miliar," ujar jaksa KPK Feby Dwiyandospendy membacakan surat dakwaan terhadap Bambang pada 11 April lalu.

Adapun gratifikasi yang diter­ima Bambang mencapai Rp 55,5 miliar. Uang itu berasal dari pengusaha dan hasil pemoton­gan tunjangan pegawai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Madiun. "Sehingga total yang diperoleh Bambang sekitar Rp 59 miliar," kata Feby.

Dalam penyidikan kasus ini, KPK menyita sejumlah aset Bambang. Di antaranya empat mobil mewah yakni Hummer, Mini Cooper, Range Rover, dan Jeep Wrangler. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya