Berita

Bisnis

BPJS Ketenagakerjaan Usulkan Kepesertaan Pekerja Sampai 60 Tahun

KAMIS, 22 JUNI 2017 | 03:07 WIB | LAPORAN:

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mengusulkan pada Kemenaker perubahan regulasi batas kepesertaan pekerja dari semula usia 55 tahun menjadi 60 tahun. Langkah itu, ditempuh meningkatkan perlindungan jaminan sosial di sektor Bukan Penerima Upah atau sektor informal yang umumnya pekerja berusia di atas 50 tahun.

"Kami sudah mengusulkan menaikkan batas umur kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang sebelumnya 55 tahun menjadi 60 tahun. Kita masih menunggu keputusan Kemenaker," kata Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto dalam acara buka puasa dengan wartawan di Jakarta, Rabu (21/6).

Menurut Agus, langkah itu dinilai perlu dilakukan mengingat target yang ditetapkan dalam perlindungan jaminan sosial untuk Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) mencapai 15 persen dari sekitar 46 juta pekerja di sektor informal.


Direktur Kepesertaan Ilyas Lubis menambahkan, para pekerja sektor informal kebanyakan berusia di atas 50 tahun.

"BPJS Ketenagakerjaan sudah mengajukan perubahan regulasi menaikkan usia peserta  untuk mencapai coverage 15 persen perlindungan sosial pada pekerja sektor informal pada Kemenaker. Secara lisan sudah disetujui, kita ajukan usulan perubahan 61 tahun, kita harapkan  disetujui 60 tahun," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan Evi Afiatin menjelaskan BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan imbal hasil 7,17 persen bagi peserta atau lebih tinggi 2 persen dari bunga deposito perbankan, termasuk mereka yang sudah pensiun tapi tidak mengambil Dana Jaminan Hari Tua (JHT)nya.

"Jika ada pekerja yang sudah pensiun, tapi dana Jaminan Hari Tua (JHT) nya belum diambil dan disimpan di BPJS Ketenagakerjaan, kami pun akan tetap memberikan imbal hasil pengembangan setiap tahunnya 7,17 persen yang menjadi haknya," terangnya.

Eviatin menjelaskan, sampai akhir 2016 BPJS Ketenagakerjaan mengelola dana investasi Rp261,22 Triliun yang terdiri dari aset BPJS Ketenagakerjaan  Rp9,79 Triliun dan aset Dana Jaminan Sosial (DJS) ketenagakerjaan  Rp251,43 Triliun.  Pendapatan investasi yang dihasilkan dari dana kelolaan tersebut Rp 21,76 Triliun.

Kinerja keuangan BPJS Ketenagakerjaan menghasilkan pencapaian total asset yaitu sebesar Rp268,59 Triliun yang terdiri dari aset Badan sebesar Rp13,37 Triliun dan aset DJS sebesar Rp255,22 Triliun. Aset tersebut tumbuh 25,21% dari tahun 2015. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya