Berita

Salat Taraweh

SABTU, 17 JUNI 2017 | 15:07 WIB | OLEH: MUHAMMAD SULTON FATONI

MEMASUKI hari ke-22, musholla al-Maghfuroh di kampungku masih ramai dengan jamaah salat taraweh. Orang-orang masih antusias mengikuti hingga tuntas.

Speaker musholla dan masjid sebelah juga masih sahut-sahutan memperdengarkan live salat taraweh. Masyarakat muslim memang tersedot oleh magis salat taraweh. Lalu apa sih sebenarnya salat taraweh itu?
 
Kata taraweh (Arab: tarawih) berarti beristirahat beberapa kali. Salat ini diberi nama taraweh merujuk pada perilaku para pelakunya yang selalu beristirahat setiap kali selesai melaksanakan empat rakaat salat taraweh. Berarti sepanjang salat taraweh dua puluh rakaat mereka mengalami lima kali istirahat.


Muslim Indonesia memanfaatkan waktu istirahat sejenak itu untuk melafadzkan teks-teks khusus untuk mengenang dan mendoakan empat khulafa’ur Rasyidun. Sedangkan jamaah salat taraweh di Masjidil Haram Mekkah pada era klasik, jeda istirahat itu dimanfaatkan untuk thawaf.
  
Imam Bukhari dan Muslim menegaskan dalam haditsnya bahwa salat taraweh itu sunnah Rasulullah saw sebagaimana yang telah dilakukan oleh para sahabat Nabi dalam hal ini sahabat Umar bin Khattab. Sedangan teknis salat taraweh sebagaimana penjelasan Syaikh Zakariyyah al-Anshari dalam kitab Tuhfatut Thullab bahwa salat taraweh itu dua puluh rakaat dengan teknis salat dua rakaat diakhiri salam yang dilakukan sebanyak sepuluh kali. Jumlah dua puluh rakaat itu untuk muslim yang berada di luar kota Madinah, seperti Indonesia. Sedangkan masyarakat kota Madinah era klasik salat taraweh sebanyak tiga puluh enam rakaat dengan teknisnya dua rakaat diakhiri salam. Berarti ada delapan belas kali salam. Perbedaan jumlah rakaat di Madinah ini dahulu mereka lakukan untuk mengimbangi keutamaan salat di Masjidil Haram kota Makkah yang bisa dengan melaksanakan thawaf.
 
Salat taraweh dilakukan di malam hari di bulan Ramadhan. Karena itu tidak ada salat taraweh di siang hari. Termasuk tidak ada juga salat taraweh di selain bulan Ramadhan. Waktu salat taraweh antara salat Isya’ dan terbit fajar. Jika salat taraweh dilakukan di luar waktu tersebut makan menjadi salat sunnah, bukan salat sunnah taraweh.
 
Salat taraweh sunnah dilakukan secara berjamaah. Berarti salat taraweh boleh juga dilakukan secara sendirian. Pada saat salat taraweh dilakukan secara berjamaah hendaknya diakhiri dengan salat witir secara berjamaah pula. Sunnah berjamaah ini khusus salat witir di bulan Ramadhan. Sedangkan salat witir di selain bulan Ramadhan tidak disunnahkan. Jika seseorang akan melanjutkan ibadah salat di waktu-waktu malam setelah salat taraweh maka utamakan untuk melakukan salat witir di akhir waktu atau menjelang fajar tiba, tidak menggandeng salat witir dengan salat taraaweh. Karena—menurut Syaikh Ibrahim as-Syarqawi) salat di bagian akhir malam itu disaksikan para malaikat.
 
Para ulama mengajarkan hendaknya para imam salat taraweh pada rakaat pertama membaca surah al-Takatsur. Pada rakaat pertama selanjutnya membaca surah al-Ashr; selanjutnya surah al-Humazah; lalu surat al-Fiil; kemudian surat Quraisy; berikutnya surah Surat al-Ma'uun; diteruskan surah al-Kautsar; berlanjut surat al-Kaafiruun; tahap berikutnya surah an-Nashr dan ditutup dengan surah al-Lahab. Sedangkan untuk rakaat kedua para ulama mengajarkan untuk membaca surah al-Ikhlash.
 
Terkhusus untuk salat taraweh di paruh terakhir bulan Ramadhan, pada rakaat pertama dianjurkan membaca surah al-Qadar; sedangkan rakaat kedua sebanyak sepuluh kali salat tersebut membaca surah-surah yang secara berurutan telah saya tulis di atas. Selamat berpuasa.

Penulis adalah Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)


Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya