Berita

Nasaruddin Umar/Net

Lorong Sunyi Menuju Tuhan (39)

Spiritual Contemplations: Keajaiban Futuwwah

JUMAT, 16 JUNI 2017 | 09:58 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

HIDUP ini banyak keajaiban namun tidak semua orang bisa memahami misteri keajai­ban itu sendiri. Salah satu hal yang sering mendatangkan keajaiban dalam hidup ialah Futuwwah. Secara literal futu­wwah berarti dermawan, mirip dengan kemurahan hati. Fu­tuwwah juga berarti mensuci­kan, bermurah hati, dan memenuhi janji. Ada juga yang mengatakan, futuwwah berarti engkau tidak melakukan sesuatu karena adanya kehormatan dan kedudukannya. Futuwwah juga berarti engkau melakukan sesuatu yang baik beserta ahlinya dan yang bukan ahlinya. Jika dia bukan ahlinya, maka jadilah engkau ahlinya. Kalangan ulama juga ada yang mengartikan futuwwah sebagai seorang ham­ba yang selalu peduli terhadap urusan orang lain. Inilah yang diisyaratkan dalam hadis Nabi SAW. "Allah senantiasa menolong seorang hamba se­lama hamba itu menolong terhadap sesama sau­daranya." Dari segi ini futuwwah bisa juga berarti memaafkan terhadap kesalahan saudaranya dan menutupi segala aibnya. Inilah derajat futuwwah yang paling rendah. Futuwwah juga bisa berati engkau menganggap dirimu tidak lebih utama dari pada orang lain dan dengan demikian futuwwah juga berarti engkau melayani dan tidak dilayani. Secara sederhana futuwwah juga bisa berarti berakhlak baik.

Dalam perspektif ahli hakekat, futuwwah ada­lah mengutamakan sesama makhluk, tidak hanya terbatas pada manusia tetapi juga makhluk lain termasuk hewan dan tumbuh-tumbuhan, bahkan benda mati, karena bagi mereka dalam kamus Tuhan tidak ada benda mati, semua beribadah dan bertasbih kepada Tuhan. Para dermawan dalam kategori ini menganggap harta yang diberikan untuk kepentingan orang lain yang lebih bu­tuh atau untuk kepentingan akhirat, lebih besar maknanya ketimbang harta yang disimpan untuk kepentingan diri sendiri dan keluarga.

Al-Junaid mengatakan, futuwwah adalah me­nahan diri dari segala yang menyakiti orang lain dan memberi makanan kepada orang lain. Ada juga yang mengatakan futuwwah adalah mengi­kuti sunnah. Ada juga yang mengatakan, futu­wwah adalah menampakkan kenikmatan dan menyembunyikan cobaan. Ahamd bin Ham­bal mengatakan, futuwwah meninggalkan apa yang engkau inginkan demi yang engkau taku­ti. Futuwwah adalah seorang pemuda yang pu­nya musuh sebagai akibat tangguhnya kepada sebuah prinsip. Ada juga yang mengatakan, fu­tuwwah adalah seorang pemuda yang menghan­curkan berhala besar, yaitu nafsunya sendiri. Hal ini diambil dari firman Allah dalam al-Qur'an: Mer­eka berkata: "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim. (QS. Al-Anbiya'/21: 60)".


Ada yang mengatakan, sumber futuwwah ada­lah keimanan. Oleh karena itu, Allah menamai Ashab al-Kahf dengan "fityah" ketika mereka ber­iman kepada Tuhan mereka. Hal ini ditegaskan dalam al-Qur'an: Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pe­muda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk. (Q.S. Al-Kahf/18:13). Ada juga yang mengatakan, se­sungguhnya mereka dinamakan "fityah", karena mereka beriman kepada Allah tanpa perantara. Al-Junaid mengatakan, futuwwah dapat ditemu­kan di Syam, kefasihan bahasa di Irak, dan keju­juran di Khurasan. Kemudian, ketahuilah bahwa kebebasan itu lebih mulia dari pada kejujuran, dan futuwwah lebih utama lagi dari pada keduanya (kebebasan dan kejujuran). Dan muru’ah merupakan bagian dari futuwwah.

Kedermawanan manifestasi dari iman. Keder­mawanan juga merupakan bagian dari kepribadian bangsa dengan berbagai bentuk aktualisasinya, seperti gotong royong, kesalehan sosial, silaturra­him, bakti sosial, saweran, amal jariyah, dan lain-lain. Kedermawanan sosial salah satu inti aja­ran agama Islam, dan di dalam Al-Qur'an muncul sebuah surah khusus, yaitu surah Al-Ma'un. Kedermawanan inilah yang menjadi melting pot antara kesalehan individu dan kesalehan sosial. 

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya