Berita

Foto/Net

Nusantara

BEM STIEAD Gelar Bedah Film "Nyai Ahmad Dahlan"

KAMIS, 15 JUNI 2017 | 04:50 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Badan Eksekutif Mahasiswa STIE Ahmad Dahlan Jakarta (BEM STIEAD) bekerjasama dengan PH Iras Film sukses menggelar Bedah Film "Nyai Ahmad Dahlan" di Auditorium Syafrudin Prawiranegara, STIEAD, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (14/6).

Kegiatan yang dihadiri ratusan mahasiswa itu mengangkat tema "Meneladani Sosok Nyai Ahmad Dahlan Guna Membina Harkat Kaum Wanita". Kegiatan diawali dengan dialog motivasi dan dilanjutkan dengan talk show bedah film.

Pembicara dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua III STIEAD Sutia Budi, Produser dan Penulis Skenario film "Nyai Ahmad Dahlan" Dyah Kalsitorini, artis dan pemeran utama David Chalik, sutradara Olla Atta Adonara, dan CEO MICH Motivator Risti Yuni Lestari. Serta, M Agil Saputra selaku Abang None Jakarta Timur 2017 sebagai pemandu acara.


Hadir pula dalam kesempatan tersebut, M. Izzul Muslimin selaku pencipta soundtrack film dan merupakan cicit dari KH. Ahmad Dahlan selaku pendiri Muhammadiyah.

Ketua Pelaksana Yoca Alfarizi mengaku sangat senang bedah film "Nyai Ahmad Dahlan" bisa terselenggara dan bisa mengetahui proses pembuatan film "Nyai Ahmad Dahlan" yang sangat menginspirasi.

"Alhamdulillahirabbil'alamiin, kegiatan ini dapat terselenggara berkat dukungan penuh dari semuanya, kami dapat bersua dengan sosok hebat di balik pembuatan film "Nyai Ahmad Dahlan" yang juga sebagai pembicara dalam kesempatan ini, untuk bercerita bagaimana proses pembuatan film ini," katanya.

Ketua BEM STIEAD, Achmad Muhadzir menambahkan bedah film yang diselenggarakan semoga dapat menginspirasi para perempuan Indonesia, khususnya mahasiswi STIEAD.

"BEM Peduli terhadap Muhammadiyah, semoga dengan adanya acara bedah film "Nyai Ahmad Dahlan" perannya sebagai seorang ibu, sahabat, dan guru menjadi contoh buat perempuan-perempuan Indonesia khususnya bagi mahasiswi-mahasiswi STIE Ahmad Dahlan Jakarta," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua III STIEAD Sutia Budi mengungkapkan film ini merupakan upaya penegasan bahwa perempuan Indonesia harus mampu mengambil peranan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara seperti Nyai Ahmad Dahlan.

"Nyai Walidah atau Nyai Ahmad Dahlan merupakan tokoh emansipasi perempuan yang pada zamannya menjadi panutan bagi kaum perempuan. Tentu, film ini menjadi refleksi bagi kita semua khususnya kaum perempuan agar mampu memposisikan perannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ungkapnya.

Bedah Film "Nyai Ahmad Dahlan" diakhiri dengan pemberian santunan dan buka puasa bersama dengan puluhan anak yatim piatu dan ditutup dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama. Film "Nyai Ahmad Dahlan" sendiri akan dilaunching pada Agustus 2017. [rus]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

PBB Harus Bertindak Usai TNI Gugur dalam Serangan Israel

Senin, 30 Maret 2026 | 16:08

Apel Perdana Pasca Lebaran, Sekjen DPD Minta Kinerja Pegawai Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 | 16:06

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Menyakitkan

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Penerbangan Langsung Tiongkok-Korut Kembali Dibuka Setelah Vakum Enam Tahun

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Cak Imin Kritik Cara Pandang Aparat dalam Kasus Amsal Sitepu

Senin, 30 Maret 2026 | 16:01

Pemprov DKI Segera Susun Aturan Turunan PP Tunas

Senin, 30 Maret 2026 | 15:53

Lebaran Selesai, Kemenkop Gaspol Operasionalisasi Kopdes Merah Putih

Senin, 30 Maret 2026 | 15:45

Komisi II Kulik Proker hingga Renstra KPU-Bawaslu-DKPP

Senin, 30 Maret 2026 | 15:40

Target Pengesahan RUU Hukum Acara Perdata Masih Abu-Abu

Senin, 30 Maret 2026 | 15:31

Wamenhaj RI Bahas Antisipasi Biaya dan Logistik Haji 2026 dengan Arab Saudi

Senin, 30 Maret 2026 | 15:29

Selengkapnya