Berita

Salahuddin Wahid/Net

Gus Solah: Ada Masalah Yang Belum Selesai

RABU, 14 JUNI 2017 | 05:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tokoh nasional KH. Salahuddin Wahid mengatakan sekarang ini terjadi ada rasa saling tidak percaya dan tersakiti. Rasa ini cukup kuat, bahkan di lingkungan RT atau RW yang biasa guyub sekarang tidak saling akrab lagi. Terutama dengan adanya Pilkada DKI Jakarta.

"Menunjukkan keterbelahan hingga ke bawah. Harus dilakukan sesuatu untuk menurunkan suhu sosial politik. Kalau sudah normal baru dicari sakit apa," katanya dalam acara Curah Rasa dan Pendapat Para Tokoh Nasional 'Refleksi Kebangsaan, Rawat Kebhinekaan Untuk Menjaga Keutuhan NKRI' oleh MPR RI, di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (13/6).

Menurut Gus Solah sapaan akrab Salahuddin Wahid, setelah 72 tahun merdeka, ternyata ada masalah belum selesai.


"Kita harus cari tahu bersama, apa masalahnya. Blessing in disguise kita mengetahui masalah ini dalam masa tidak sulit," kata Gus Solah.

Prof. Jimly Ashiddiqie yang pada acara itu bertindak sebagai moderator mengatakan, harusnya setelah Pilkada selesai, dinamika politik juga reda. Pendekatan penegakan hukum harus tegas tapi belum tentu diandalkan karena banyak yang tidak percaya pada hukum.

"Bangsa Indonesia paling plural dan paling toleran," kata Jimly.

Sementara itu, budayawan Mudji Sutrisno mengatakan, yang berkelahi di tengah kalangan elite sendiri. "Mari kembali ke jalan kebudayaan ini. Peradaban adalah humanisasi dari proses politik, ekonomi dan kesejahteraan bangsa ini," ungkapnya.

"Kita punya tradisi kebudayaan yang berubah, lisan, tulisan dan digital yang saling tabrakan," tambahnya.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua MPR RI Zulkifli Hassan, dua wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid dan E.E Mangindaan, serta Jenderal (Pur) Try Sutrisno.

Selain menampilkan para undangan dari tokoh nasional, tokoh agama, juga hadir dari kalangan budayawan, tokoh adat dan suku.

Dari kalangan tokoh budayawan dan tokoh agama diantaranya hadir, Benny Susetyo, Romo Benny, Bachtiar Nashir, Jaya Suprana, HS Dillon, Sandyawan Sumardi, Franz Magnis Suseno, serta Uung Sendana, ketua Matakin dari perwakilan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya