Berita

Romo Benny/Net

Penggunaan Medsos Harus Jaga Keutuhan Bangsa Bukan Memprovokasi

RABU, 14 JUNI 2017 | 04:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Tokoh rohaniawan Benny Susetyo atau yang biasa disapa Romo Benny mengungkapkan mengapa masalah yang terjadi sekarang ini makin membesar.

Hal itu disampaikannya dalam acara Curah Rasa dan Pendapat Para Tokoh Nasional 'Refleksi Kebangsaan Rawat Kebhinekaan Untuk Menjaga Keutuhan NKRI' oleh MPR RI, di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (13/6).

Menurut Romo Benny, orang lupa pada gejala sosial dari media sosial.


Menurutnya, di Indonesia, pengguna medsos saat ini mencapai 100 juta lebih. Kerap kali medsos membuat jaringan dan masuk ke ruang personal atau keluarga, kemudian disebarluaskan. Tidak ada pendidikan kritis dalam media. Lalu masyarakat affirmasi yang mengiyakan saja apa yang dikatakan medsos. Ketegangan ini akan terus terjadi.

"Kita hanya pengguna dan kita tidak punya kemampuan teknologi untuk menghentikan provokasi. Di Cina, ada alat khusus untuk menjaga keutuhan dan kebangsaan maka negara berperan menghentikan itu," katanya.

Romo Benny menjelaskan, seharusnya kita sadar, penggunaan medsos selektif itu untuk menjaga keutuhan, kemajemukan dan keragaman.

Di sisi lain, ia mengatakan, pembangkitan nilai Pancasila tidak berjalan, ia berharap ke depan Pancasila dibangkitkan dengan kultur yang populer. Tidak mungkin doktrinal. Perlu membangun dialog, bagaimana merebut medsos dan harus ada counter ekonomi terhadap nilai Pancasila.

"Kita harus membangun persatuan itu penting, tidak menjadikan medsos sebagai alat provokasi, pembatinan Pancasila dan para tokoh bangsa harus memberi keteladanan. Karena ada krisis di kalangan tokoh sehingga antara kata dan perbuatan tidak satu," demikian Romo Benny. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya