Berita

Nasaruddin Umar/Net

Lorong Sunyi Menuju Tuhan (35)

Spiritual Contemplations: Mengasah Rasa Takut

SENIN, 12 JUNI 2017 | 10:15 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

SUATU ketika Umar ibn Khathab lewat di samping rumah Fatimah, ketika itu ia sedang membaca ayat suci Al-Qur'an. Umar berhenti dan menanya­kan apa itu yang engkau baca membuat aku merinding. Dijawab, "saya membaca Al-Qur'an." Sejak itu Umar se­makin tertarik terhadap Islam. Bukan hanya Umar tetapi banyak orang seperti Umar jika mendengarkan Al-Qur'an atau nama Al­lah Swt disebut maka jiwanya merinding. Hal ini sudah digambarkan di dalam Al-Qur'an: "Sesung­guhnya orang-orang yang beriman itu adalah mer­eka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mer­eka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal". (Q.S. al-Anfal/8:2).

Orang yang betul-betul merasa takut terhadap Tuhan, akan selalu merinding pada saat ia menyaksikan suatu peristiwa yang sulit dicer­na akal sehat. Ia kemudian merasa sangat kecil dan kerdil di hadapan Allah Swt. Karena itu ia se­lalu berdoa kepada Tuhan, seperti digambarkan dalam Al-Qur'an: "Dan mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap". (QS. Al-Sajdah/32:16). "Dan mereka takut kepada Tu­hannya dan takut kepada hisab yang buruk". (QS. Al-Ra'd/13: 21).

Fenomena spiritual seperti ini adalah positif dan banyak dicari orang. Nabi pernah bersabda: "Tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah selama air susu masih mengalir dari susu seorang ibu." Dalam hadis lain disebutkan: "Jika tubuh seorang hamba gemetar (karena takut kepada Allah), maka dosa-dosanya akan berguguran sebagaimana bergugurannya daun-daun dari pohon kayu yang sudah kering."


Orang yang memiliki jiwa sensitif, seperti gam­pang terharu menyaksikan keajaiban makhluk Al­lah Swt, gampang menangis ketika mendengarkan ayat Al-Qur'an dan nama Allah Swt, maka bukan saja manusia yang akan segan terhadapnya tetapi juga seluruh makhluk alam raya lain, sebagaima­na disabdakan Nabi: "Barangsiapa takut kepada Allah, segala sesuatu akan takut kepadanya. Dan barangsiapa yang tidak takut kepada Allah, justru ia akan takut kepada segala sesuatu."

Kita bisa melihat banyak contoh lain di dalam Al-Qur'an. Misalnya, lautan tidak tega menengg­gelamkan kekasih Tuhan bernama Nabi Musa, se­hingga dirinya dibelah dua lalu Nabi Musa bersa­ma sahabatnya menyeberang ke daratan sebelah. Tombak besi tidak tega menembus kulitnya Nabi Daud, pisau tajam tidak tega merobek leher Nabi Ismail, api tidak tega membakar kulitnya Nabi Ibrahim, dan virus mematikan tidak tega menyerang Nabi Shaleh. Para wali juga banyak sekali menunjukkan karamahnya seperti berjalan di atas air, tidak mempan dengan benda tajam, dll. Ini se­mua menunjukkan kebenaran firman Allah dan sabda Rasul-Nya di atas.

Rasa takut yang membuat orang merinding ada beberapa macam, seperti dikatakan oleh Abu Ali al-Daqqaq: "Takut itu mempunyai peringkat, yaitu peringkat khauf, khasyyah, dan haibah." Pering­kat khauf merupakan syarat iman sebagaimana dinyatakan dalam nas. Peringkat khasyyah mer­upakan syarat ilmu, karena Allah SWT. berfir­man "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama". (QS. Fathir/35: 28), dan peringkat haibah merupakan syarat ma’rifah. Khauf berawal dari rasa keta­kutan, ketika terasa kuat, maka jadilah ia khauf. Khauf adalah orang yang anggota tubuhnya kurus karena ketakutannya. Jika anggota tubuhnya su­dah kurus, maka jadilah ia haibah (gentar). Jika ia mempunyai pengetahuan yang membuatnya bisa bersikap sabar, maka jadilah ia khasyyah. Khauf bagi pendosa, rahbah bagi 'abidin (orang-orang yang tekun ibadah), khasyyah bagi orang-orang yang berilmu, wajal bagi muhabbin (mereka yang telah sampai pada level mahabbah), dan haibah bagi bagi 'arifin (orang-orang yang telah sampai pada level ma’rifah). ***

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya