Berita

Ilustrasi/Net

Global

Kesal Dengan Masalah Vaksin, Sekelompok Orang Tua Di Italia Berencana Minta Suaka Ke Austria

SABTU, 10 JUNI 2017 | 20:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sekelompok orang tua yang berbahasa Jerman di Italia utara sangat marah dengan persyaratan baru untuk mendapatkan vaksin bagi anak-anak mereka. Hal itu membuat mereka berencana mencari suaka di Austria.

Kelompok yang terdiri dari 130 keluarga itu tinggal di Alto Adige yang juga dikenal sebagai South Tyrol, wilayah yang merupakan bagian dari Austria sebelum 1919.

Bulan lalu pemerintah Italia memutuskan bahwa anak-anak harus divaksinasi terhadap 12 penyakit umum sebelum mereka dapat mendaftarkan diri ke sekolah-sekolah negeri.


Langkah itu diambil setelah kasus campak telah meningkat di Italia.

Penyakit menular sangat fatal dalam beberapa kasus. Beberapa negara Eropa lainnya, termasuk Prancis dan Rumania, juga telah melihat lebih banyak kasus campak tahun ini.

Di beberapa wilayah Eropa, termasuk Italia, tingkat vaksinasi telah menurun di bawah yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

Pemimpin demonstrasi di Tyrol Selatan, Reinhold Holzer, mengatakan bahwa kelompok tersebut telah mengirim pesan protes kepada Presiden Italia Sergio Mattarella, Presiden Austria Alexander Van der Bellen, dan Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa.

"Kami tidak akan membiarkan anak-anak kita diracuni. Suaka tidak hanya diklaim oleh orang-orang yang melarikan diri dari perang, tapi juga oleh orang-orang yang haknya dilanggar," kata Holzer, yang dikutip oleh harian Der Standard Austria.

Trentino-Alto Adige, daerah pegunungan Alpen, dilaporkan memiliki salah satu tingkat penolakan vaksin tertinggi di Italia.

Dalam sebuah wawancara dengan Radio Südtirol, Holzer menuduh beberapa bahan kimia dalam vaksin berisiko, dan mengatakan bahwa orang tua harus memiliki pilihan bebas mengenai imunisasi anak, seperti di Jerman, Austria dan Swiss.

Holzer menyuarakan keprihatinan tentang Thiomersal (atau Thimerosal), bahan pengawet berbasis merkuri yang digunakan dalam beberapa vaksin, dan tentang vaksin rekayasa genetika.

Dinas Kesehatan Nasional Inggris mengatakan Thiomersal tidak digunakan dalam vaksin anak dan menambahkan bahwa hal itu tidak menimbulkan risiko. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya