Sedikitnya tiga warga sipil tewas ditembak oleh orang-orang bersenjata yang tidak dikenal di dalam sebuah masjid di provinsi Paktia, Afghanistan timur jelang akhir pekan ini.
Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (10/6) bahwa serangan bersenjata tersebut terjadi pada Jumat malam di ibukota provinsi Gardez, yang juga melukai sembilan orang lainnya.
Pernyataan tersebut selanjutnya mengecam pertumpahan darah tersebut sebagai tindakan melawan Islam dan kemanusiaan. Pasalnya, para korban diserang saat sedang melaksanakan sholat.
Serangan tersebut terjadi saat Afghanistan tengah merayakan ibadah bulan suci Ramadhan.
Meskipun tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan tersebut, gerilyawan Taliban dan Haqqani sangat dicurigai terlibat karena keduanya tetap aktif di Paktia dan provinsi sekitarnya.
Kedua kelompok tersebut sering melakukan serangan bersenjata terhadap pemerintah dan pasukan militer negara tersebut serta pasukan asing pimpinan AS yang tersisa di negara yang dilanda teror tersebut.
Pasca serangan, hari ini ditetapkan sebagai hari berkabung nasional oleh Presiden Afghanistan Ashraf Ghani untuk mengenang korban serangan mematikan baru-baru ini di provinsi Kabul, Khost and Heart.
Dia telah meminta orang-orang Afghanistan untuk menghadiri upacara doa bersama di masjid untuk menghormati korban teror. Demikian seperti dimuat
Press TV.
[mel]