Berita

Donald Trump/Net

Dunia

Trump Bersiap "Patahkan" Kebijakan Obama Terhadap Kuba?

SABTU, 10 JUNI 2017 | 14:05 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump diperkirakan akan mengunjungi Miami pada awal Jumat depan untuk mengumumkan sebuah kebijakan baru terhadap Kuba yang dapat memperketat peraturan tentang perdagangan dan perjalanan.

Begitu bocoran dari pejabat Amerika Serikat anonim seperti dimuat Reuters akhir pekan ini.

Langkah Trump, sebutnya, menggulingkan kebijakan pendahulunya, Barack Obama yang membuka jalan menuju rekonsiliasi hubungan bilateral.


Disebutkan bahwa pembantu Trump hampir selesai meninjau hubungan dengan Kuba dan diharapkan mengirimkan rekomendasi ke tim keamanan nasionalnya dan kemudian ke presiden dalam beberapa hari mendatang.

Rencana untuk Trump untuk menggelar pendekatan barunya pada 16 Juni dalam sebuah pidato di Miami, di mana dia diprediksi akan mengklaim pemenuhan janji kampanye dan membenarkannya, setidaknya sebagian, mengenai hak asasi manusia.

Namun demikian, masih ada potensi penunddan pengumuman jika diperlukan waktu lebih lama bagi Trump untuk membuat keputusan akhir.

Sementara perubahan spesifik belum selesai, sumber mengatakan bahwa Trump kemungkinan akan mengungkap kemunduran sebagian daripada tindakan Obama secara keseluruhan, termasuk pemulihan hubungan dan pembukaan kembali kedutaan setelah terobosan diplomatik pada tahun 2014 dengan bekas musuh Perang Dingin Amerika.

Di antara opsi yang dipertimbangkan adalah melarang perusahaan AS melakukan bisnis dengan perusahaan Kuba yang terkait dengan militer dan peraturan pengetatan bagi orang Amerika yang bepergian ke sana.

Dalam surat yang dikirim ke Trump pada hari Jumat, tujuh dari rekan-rekannya Republik memperingatkan bahwa menghapuskan kebijakan Obama akan memberi insentif kepada Kuba untuk sekali lagi menjadi tergantung pada negara-negara seperti Rusia dan China.

Pejabat senior di Dewan Keamanan Nasional bertemu pada hari Jumat untuk mulai menyelesaikan daftar rekomendasi.

Perubahan Trump diperkirakan akan berhenti mematahkan hubungan diplomatik yang dipulihkan dua tahun lalu setelah lebih dari lima dekade mengalami permusuhan. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya