Berita

Publika

Menghentikan Perkara

SABTU, 10 JUNI 2017 | 06:47 WIB

PRESIDEN Presiden Joko Widodo menghimbau dari Tasikmalaya, agar persatuan dan kesatuan segera dapat dipulihkan setelah Pilkada berhasil memilih Bupati, Walikota, dan Gubernur.

Ini merupakan imbauan demokrasi. Suatu pengharapan mengakhiri gencatan konflik. Konflik lisan diharapkan segera berakhir.
    
Pilihan yang tersedia bukan lagi tentang berdemonstrasi menyuarakan aspirasi yang tidak kunjung disetujui pemerintah. Sebab, dunia nyata senantiasa menantang. Misalnya, dana BOS yang merupakan bantuan pendidikan memang dapat meringankan beban pendidikan anak pada banyak rumah tangga yang anaknya bersekolah di sekolah negeri. Akan tetapi daya tarik kampanye Pilpres dan Pilkada tentang bebas biaya sekolah menimbulkan tantangan ikutan.


Membebaskan dana pendidikan dalam perjalanan waktu diikuti oleh ketidakmampuan membuat setiap guru secara aktif semuanya tertib mengajar di dalam kelas. Tunjangan kinerja guru tidaklah selancar yang direncanakan Pemda pemenang Pilkada dan Pemerintah Pusat pemenang Pilpres. Kuota dana pendidikan sebesar 20 persen dari APBN telah mengakhiri sebagian pekerjaan petugas kebersihan sekolah dan sebagian petugas penjaga keamanan sekolah.

Sekolah mesti mengatasi kekurangan dana pemeliharaan air condition, membayar listrik, membayar tenaga guru ekstra kurikuler, melengkapi lembar kerja siswa, dan seterusnya. Akibatnya buku pelajaran wajib berjumlah kurang dan siswa bergiliran membaca buku, baju seragam terlambat jadi, serta beberapa kegiatan ekstra kurikuler berakhir. Ketidakcukupan dana pendidikan membuat sekolah tidak semuanya berhasil pindah ke daerah bebas banjir. Dana pendidikan tidak selalu cukup dipakai untuk memperbaiki atap sekolah yang bocor. Tidak selalu cukup untuk mengganti bangku dan kursi yang rusak. Tidak selalu cukup untuk mengganti pintu kelas yang berlubang dan rusak.

Dana pendidikan tidak cukup untuk pengadaan komputer dalam melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer. Siswa terpaksa melakukan 4 shift berbaris untuk mengantri menjawab soal ujian. Nilai hasil ujian nasional turun, karena ujian nasional sekarang bukanlah penentu dominan kelulusan siswa. Sementara itu nilai ujian nasional menjadi dasar seleksi siswa di sekolah negeri.

Kembali ke gencatan konflik. Tentu tidak ada gencatan sepihak. Haruskah perlakuan kesamaan di muka hukum dipraktekkan dengan membuat sebagian tokoh demonstran Aksi Bela Islam dan Aksi Bela Ulama mesti dipenjara secara setimpal? Ini justru ketika Ahok dan Kejaksaan sudah menghentikan pengajuan banding.

Apabila kita melihat dinamika dalam DPR, yang dapat menemukan solusi atas setiap perbedaan kepentingan, maka semestinya dapat dipertimbangkan langkah yang lebih elegan dalam menghentikan konflik lisan di antara petinggi pemerintahan dengan mereka yang dipandang pemerintah sebagai musuh berseberangan kepentingan.

Kepentingan mempraktekkan kesamaan hukum di muka pengadilan. Haruskah Ahok yang menerima dipenjara, maka para rival mesti dimasukan bui atas perburuan pemberkasan kasus hukum.

Sugiyono Madelan

Peneliti INDEF dan dosen Universitas Mercu Buana

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

DPR Godok Anggaran Rekrutmen KPU-Bawaslu Daerah Dilakukan Serentak

Kamis, 09 Juli 2026 | 22:23

Dari Pala Jadi Peluang, BRI Peduli Perkuat Usaha KWT Bogor Lewat Program AURA

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Mandatori B50 Meluncur, Indonesia Siap Perkuat Kedaulatan Energi

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Prabowo Prediksi Target 100 GW PLTS Bakal Dihujat Pakar

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:46

Kejagung Sebut TNI Jaga Rumah Jampidsus Sudah SOP

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:38

Prabowo: Banyak Negara Iri dan Benci, Ingin RI Kolaps

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:30

Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:17

Rumah Sentul Tak Masuk LHKPN, Segini Harta Jampidsus

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:13

Prabowo Siapkan Penghargaan untuk Tokoh-tokoh di Balik Kesuksesan B50

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:10

Galon PC Tak Sebabkan Gangguan Hormon, Reproduksi, dan Kanker

Kamis, 09 Juli 2026 | 20:35

Selengkapnya