Berita

Ilustrasi/net

Indonesia Mesti Waspada Dampak Langsung Krisis Qatar

KAMIS, 08 JUNI 2017 | 19:38 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Yang paling memprihatinkan dari krisis diplomatik Qatar dengan negara-negara Arab adalah nasib sekitar 40.000 warga Indonesia yang bekerja dan bermukim di negara kaya minyak itu.

"Keprihatinan kami yang paling utama adalah nasib sekitar 40.000 warga Indonesia bekerja dan bermukim di Qatar," tegas Ketua Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD RI, Bahar Ngitung, dalam keterangan persnya.

Senator DPD RI dari Provinsi Sulawesi Selatan ini mengaku enggan berspekulasi tentang kemungkinan krisis Qatar dipicu kunjungan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ke Timur Tengah bulan lalu.


Dia menyadari, soal politik luar negeri Indonesia adalah wilayah Kemenlu sebagai koordinator kebijakan politik luar negeri Indonesia. Tetapi, jangan sampai krisis negara sahabat itu mempengaruhi sektor lain.

Menurut Bahar, yang perlu segera diantisipasi adalah dampak langsung ke Indonesia pada sektor keamanan WNI dan ekonomi.

"Impor Indonesia dari Qatar sekitar 857 juta dolar dan ekspor ke Qatar mencapai 57 juta dolar. Perjalanan umroh juga banyak melalui dan menggunakan penerbangan Qatar, yang kini dilarang memasuki wilayah udara Saudi Arabia dan negara bersengketa lainnya," ujar Bahar.

Ketua BKSP DPD RI berharap pemerintah menyiapkan antisipasi krisis ini. Jika berlangsung lebih dari 30 hari, akan bisa meningkatkan ketidakpastian Timur Tengah pada umumnya. [ald]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Timur Tengah Memanas, PKB Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga Pupuk

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:53

Likuiditas Februari Tumbuh 8,7 Persen, Ditopang Belanja Pemerintah dan Kredit

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:38

Trump Bikin Gaduh Lagi, Hormuz Disebut “Selat Trump"

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:53

Krisis BBM Sri Lanka Mulai Mengancam Sektor Pangan

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:17

Arus Balik Lebaran 2026 Dorong Rekor Baru Penumpang Kereta Api

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:53

Beban Utang AS: Masalah Besar yang Masih Diabaikan Pasar

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:24

IHSG Lesu Pasca Libur Lebaran, Asing Ramai-ramai Jual Saham

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:52

Amerika Sesumbar Bisa Habisi Iran dalam Hitungan Minggu Tanpa Perang Darat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:40

Kapal Pertamina Masih Tertahan di Hormuz, DPR Desak Presiden Turun Tangan!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:28

Komisi XII DPR: WFH Bukan Solusi Tunggal untuk Hemat Energi!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:12

Selengkapnya