Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
"Kebijakan ini sarat dengan dugaan pemerintah di bawah rezim Jokowi tidak percaya terhadap kalangan akademisi di Indonesia atau kebijakan ini hanya dijadikan alasan untuk dapat mengintervensi pemilihan rektor di perguruan tinggi," kata Ketua bidang Pendididikan Jaringan Intelektual Muda Islam (JIMI) Muhammad Noval, Rabu (7/6).
Pembatasan paham radikal seharusnya tidak ditujukan kepada kalangan terpelajar dan akademisi, jika perguruan tinggi dianggap sebagai tempat lahirnya idiologi lain selain idiologi Pancasila, maka ada yang salah dengan pendidikan di Indonesia.
Populer
Rabu, 08 April 2026 | 05:43
Senin, 13 April 2026 | 14:18
Kamis, 09 April 2026 | 12:18
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Senin, 13 April 2026 | 08:21
Kamis, 16 April 2026 | 18:10
Kamis, 09 April 2026 | 16:31
UPDATE
Sabtu, 18 April 2026 | 09:43
Sabtu, 18 April 2026 | 09:18
Sabtu, 18 April 2026 | 09:08
Sabtu, 18 April 2026 | 08:47
Sabtu, 18 April 2026 | 08:30
Sabtu, 18 April 2026 | 08:17
Sabtu, 18 April 2026 | 08:03
Sabtu, 18 April 2026 | 07:55
Sabtu, 18 April 2026 | 07:41
Sabtu, 18 April 2026 | 07:18