Tugu Patung Bung Karno Putra Sang Fajar di Blitar diresmikan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Selasa (6/6). Patung ini merupakan penanda selamat datang di Kota Blitar yang terletak di Jalan Imam Bonjol.
Megawati didaulat untuk meneken plakat dan menggunting pita yang ditandai dengan terbukanya selubung kain yang menutupi patung Bung Karno.
Putri Bung Karno itu kemudian mengekspresikan rasa terima kasih karena di sejumlah daerah saat ini mulai banyak bermunculan patung Bung Karno. Bahkan buku-buku karya pemikiran Sang Proklamator dicari dan dibaca.
Ia meminta agar Pancasila bisa masuk dalam kurikulum. Sehingga di masyarakat tidak ada perdebatan yang tidak jelas, asal debat, bahkan bicara Pancasila tanpa bicara bagaimana proses lahirnya Pancasila.
Megawati kemudian bercerita tentang pengalaman di masa lalu saat ada upaya desoekarnoisasi, yang menjadi masa kelam bagi bangsa karena ada upaya untuk tidak menghargai pahlawan yang juga proklamator bangsa.
"Apa-apa saja yang menjadi pemikiran Bung Karno atau yang terkait dengan fisiknya coba dihilangkan. Sampai akhirnya ada adagium kebenaran itu akan muncul tidak bisa diselewengkan tinggal kapan munculnya," ujarnya.
Megawati juga mengatakan di berbagai negara maju selalu mempunyai bapak bangsa. Namun hal yang berbeda sangat terasa di Indonesia. Sebagai warga negara dan puteri Bung Karno hal ini menjadi keprihatinannya.
Dijelaskan Walikota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar bahwa Pemkot Blitar membangun patung itu selama delapan bulan dengan ketebalan inchi dan tinggi sembilan meter, berbobot lima ton dikerjakan oleh seniman dari Yogyakarta.
"Patung ini merupakan pintu masuk ke Blitar. Ini patung Bung Karno kelima di Blitar sebagai bentuk terima kasih dan kecintaan warga Blitar pada Bung Karno. Bahkan PNS setiap hari memakai pin Bung Karno," ujar Samanhudi.
Dalam acara ini, turut hadir Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto bersama seluruh jajaran DPP dan pengurus partai dari seluruh Indonesia turut hadir.
[ian]