Berita

Politik

Ini Permintaan Megawati Saat Resmikan Patung Bung Karno

SELASA, 06 JUNI 2017 | 15:32 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Tugu Patung Bung Karno Putra Sang Fajar di Blitar diresmikan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Selasa (6/6). Patung ini merupakan penanda selamat datang di Kota Blitar yang terletak di Jalan Imam Bonjol.
 
Megawati didaulat untuk meneken plakat dan menggunting pita yang ditandai dengan terbukanya selubung kain yang menutupi patung Bung Karno.

Putri Bung Karno itu kemudian mengekspresikan rasa terima kasih karena di sejumlah daerah saat ini mulai banyak bermunculan patung Bung Karno. Bahkan buku-buku karya pemikiran Sang Proklamator dicari dan dibaca.


Ia meminta agar Pancasila bisa masuk dalam kurikulum. Sehingga di masyarakat tidak ada perdebatan yang tidak jelas, asal debat, bahkan bicara Pancasila tanpa bicara bagaimana proses lahirnya Pancasila.

Megawati kemudian bercerita tentang pengalaman di masa lalu saat ada upaya desoekarnoisasi, yang menjadi masa kelam bagi bangsa karena ada upaya untuk tidak menghargai pahlawan yang juga proklamator bangsa.

"Apa-apa saja yang menjadi pemikiran Bung Karno atau yang terkait  dengan fisiknya coba dihilangkan. Sampai akhirnya ada adagium kebenaran itu akan muncul tidak bisa diselewengkan tinggal kapan munculnya," ujarnya.

Megawati juga mengatakan di berbagai negara maju selalu mempunyai bapak bangsa. Namun hal yang berbeda sangat terasa di Indonesia. Sebagai warga negara dan puteri Bung Karno hal ini menjadi keprihatinannya.

Dijelaskan Walikota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar bahwa Pemkot Blitar membangun patung itu selama delapan bulan dengan ketebalan inchi dan tinggi sembilan meter, berbobot lima ton dikerjakan oleh seniman dari Yogyakarta.

"Patung ini merupakan pintu masuk ke Blitar. Ini patung Bung Karno kelima di Blitar sebagai bentuk terima kasih dan kecintaan warga Blitar pada Bung Karno. Bahkan PNS setiap hari memakai pin Bung Karno," ujar Samanhudi.

Dalam acara ini, turut hadir Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto bersama seluruh jajaran DPP dan pengurus partai dari seluruh Indonesia turut hadir. [ian]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya