Berita

Tito Karnavian/Net

Hukum

Alasan Kapolri Copot Seniornya, Mutasi Kapolda Sumut

SENIN, 05 JUNI 2017 | 12:50 WIB | LAPORAN:

Mutasi terhadap Kapolda Sumatera Utara, Inspektur Jenderal Rycko Amelza Dahniel tidak ada kaitan dengan kontroversi penyambutan petinggi FPI, Rizieq Shihab di Medan, Desember 2016 lalu.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian secara tegas membantah hal tersebut.

"Tidak ada kaitannya (dengan kontroversi kunjungan Rizieq)," ujar Tito di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Senin (5/6).


Menurut Tito, sosok Rycko dibutuhkan untuk memperbaiki manajemen di Akademi Kepolisian (Akpol). Apalagi, Gubernur Akpol sebelumnya Irjen Anas Yusuf dianggap kurang tegas dalam mengatasi masalah pemukulan taruna.

"Kita (Polri) butuh Pak Ricko jadi Gubernur (Akpol) karena ingin memperbaiki internal Akpol. Mulai (Jabatan) Gubernur hingga pembina saya ganti untuk buat perubahan mendasar di sana," papar mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Alumni terbaik Akpol 1987 itu, memahami betul "dapur" lembaga pendidikan kepolisian itu. Apalagi, kasus pemukulan taruna hingga tewas di Akpol menjadi atensi utama Tito.

"Enam bulan lalu sudah saya ingatkan. Saya juga sudah meminta Anas untuk membenahi. Budaya pemukulan di Akpol harus dihentikan. Nanti habis pukul taruna, keluar dari sana (Akpol), mereka pukul tahanan," tegas Tito.

Sebelumnya, Ricko sempat menuai kontroversi saat menyambut Rizieq yang akan mengikuti kegiatan tabligh akbar di wilayah hukumnya, Desember 2016 lalu. Ricko dianggap telah memberikan pelayanan lebih kepada Rizieq.

Sementara itu, Anas dicopot menyusul insiden kematian taruna Akpol Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Mohammad Adam di Asrama Kesatria Akpol, Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Tito menggeser seniornya di Akpol 1984 itu ke bagian analis utama di Lembaga Pendidikan dan Latihan (Lemdiklat) Polri.

Posisi Anas digantikan Ricko yang melepas jabatan Kapolda Sumut kepada teman seangkatan Tito di Akpol 1987, Irjen Paulus Waterpauw.

Mutasi tersebut berdasarkan salinan telegram rahasia (TR) Nomor ST/1408/VI/2017 tertanggal 2 Juni 2017.[wid]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya