Berita

Basuki Tjahaja Purnama/Net

Politik

Ahok Sehat Luar Dalam

Rajin Latihan Kungfu
SENIN, 05 JUNI 2017 | 09:28 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Nyaris sebulan Ahok ditahan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Dia memang tidak pernah bermimpi menghuni rutan, tapi mau nggak mau Ahok harus betah di situ untuk menjalani vonis hakim. Kegiatan positif pun dilakukan Ahok. Salah satunya, Ahok rajin latihan kungfu yang membuat tubuhnya terlihat bugar.

Membaiknya jiwa dan raga Ahok dirasakan betul oleh pengacaranya, I Wayan Sudirta. Kesan itu dia tangkap seusai menjenguk kliennya di rutan, Selasa (30/5) lalu. Mantan anggota DPD ini takjub melihat Ahok yang memiliki fisik lebih berotot. "Saya tanya, ini (Ahok) badannya bertambah berat? Dia bilang, beratnya sama, tetapi semakin kencang (ototnya) ini," cerita Wayan yang disampaikan kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Wayan mengaku, saat bertemu Ahok menggunakan kaos dan celana panjang ketat. Nah, saat itu terlihat ototnya di lengan dan kaki dan hal ini tidak dijumpai Wayan ketika kliennya belum dipenjara. Kepada Wayan, Ahok bercerita banyak berolahraga hingga latihan kungfu. Olahraga yang dilakukan misalnya pull up, yakni aktivitas fisik mengangkat tubuh dengan tangan. Ahok, menjadikan jeruji besi sebagai pegangan.


Tidak hanya olahraga, Wayan bercerita kliennya juga rutin melakukan gerakan kungfu keseimbangan badan untuk melatih fisik dan mentalnya.

"Mungkin (kungfu), ada olahraga dengan gerakan sendiri. Di dalam kamar dia bisa berkeringat. Itu bagus," katanya.

Tidak hanya fisiknya yang terlihat bugar, diakui Wayan, Ahok memiliki jiwa yang sehat. Buktinya, Ahok lebih banyak tertawa jika diajak berbicara. "Jika satu jam berbicara dengan dia, 70 persen diisi dengan ketawa. Banyak ketawa ya, bukan ceria," kenangnya.

Menurutnya, kondisi kejiwaan Ahok saat ini sehat, tidak stres. Kliennya rela dipenjara meski tidak bersalah. Baginya, Ahok mengalah dan menjalani masa tahanan demi kepentingan bangsa dan negara.

Wayan mengatakan, ekspresi yang ditampilkan Ahok saat ini adalah hasil dari perjuangan membangun pikiran positif semasa di balik jeruji besi.

"Dipenjara nggak ada orang yang betah, tapi di manapun dia berada pikirannya tetap positif. Dia berada di situ dengan perasaan tidak terima. Sesuatu yang tidak mudah diterima, tetapi dengan besar jiwa dia jalani," tegasnya.

Selain sibuk membangun raganya yang kini terlihat kekar, Ahok juga melakukan kegiatan positif kejiwaan seperti membaca Alkitab, buku, surat-surat dari para pendukungnnya yang masuk hingga ratusan, hingga menulis. Intinya, kata Wayan, baiknya jiwa dan raga Ahok saat ini karena berpegang pada tiga pedoman hidup. Pertama, percaya Tuhan dengan mengamini tidak ada peristiwa yang datang tanpa izin-Nya. Kedua, pengapdian terhadap bangsa dan negara. Ketiga, mengesampingkan kepentingan pribadi dan keluarga demi kepentingan bangsa. "Hanya orang besar yang bisa melawan kepentingannya sendiri," katanya.

Untuk diketahui, Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memvonis Ahok dua tahun penjara karena terbukti melakukan penodaan agama dalam sidang putusan, Selasa (9/5). Seusai sidang, Ahok langsung dibawa ke Rutan Kelas I Cipinang. Namun, dia dipindahkan ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, pada Rabu (10/5) dini hari.

Ahok dan tim penasihat hukumnya sempat mengajukan banding. Selain itu, tim penasihat hukum telah mengajukan surat penangguhan penahanan ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Belakangan, Ahok mencabut banding dan meminta istrinya, Veronica Tan, menyampaikan surat pencabutan permohonan banding itu ke PT DKI.

"Keputusan banding ini supaya DKI aman, tidak ada bentrok-bentrok. Dia ingin kenyamanan. Saya yakin, baru Ahok yang tidak banding di kasus serupa," tutup Wayan. ***

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya