Berita

Politik

Dipastikan Jawa Tak Kebagian Penambahan Kursi DPR

SENIN, 05 JUNI 2017 | 01:23 WIB | LAPORAN:

RMOL. Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU Pemilu Lukman Edy mengungkapkan bahwa penambahan 15 kursi di DPR untuk Pemilu 2019 sudah pasti.

Dalam rapat Senin pekan lalu, Pansus RUU Pemilu DPR dan Pemerintah sudah sepakat dengan penambahan itu. Dengan penambahan ini, anggota DPR periode mendatang menjadi 575 orang.

"Formula penyebaran penambahan kursi akan disepakati pada Rapat Pansus berikutnya. Ada sejumlah pertimbangan penambahan kursi versi DPR," ujar politisi senior PKB ini (Minggu, 4/6).


Penambahan tersebut bertujuan untuk menutupi kekurangan representasi di beberapa provinsi, seperti Riau, Lampung, Kalimantan Barat, dan Papua. Menurut dia, harga kursi di keempat provinsi itu terlalu mahal dibanding daerah lainnya. Hal itu kemudian mengakibatkan kekurangan representasi perwakilan di Senayan.

"Kekurangan representasi bukan akibat bertambahnya penduduk. Hal itu merupakan dampak kekeliruan perhitungan representasi pada Pemilu-Pemilu sebelumnya. Jadi, harus dilakukan perbaikan," jelas dia.

Pertimbangan lainnya, sambung Lukman, penambahan jumlah kursi anggota Dewan didasarkan pada Daerah Otonom Baru (DOB), yakni Provinsi Kalimantan Utara. Sesuai ketentuan distrik magnitude dalam Undang-Undang, provinsi baru harus memperoleh representasi sebanyak 3 kursi DPR.

"Jika dihitung berdasarkan jumlah penduduk secara faktual, ada beberapa provinsi yang kelebihan representasi, antara lain Sulawesi Selatan kelebihan 3 kursi, Sumatera Barat kelebihan 2 kursi. Untuk menjamin azas keadilan di dalam Undang-Undang Pemilu ini, harus ada perubahan dan penyesuaian," terangnya.

Dia pun memastikan, penambahan kursi nanti tak akan dilakukan untuk Pulau Jawa. Sebab, jumlah keterwakilan dari Jawa sudah sangat cukup. Secara kumulatif, jumlah anggota DPR di luar Pulau Jawa saat ini mencapai 40 persen dari total jumlah anggota DPR. Artinya, 60 persen lebih dari Jawa.

"Pulau Jawa tidak ditambah. Artinya, ke-15 kursi itu didistribusikan di luar Pulau Jawa," tandasnya.‎ [zul]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya