Berita

Net

Politik

Gandeng Desy Ratnasari Bakal Tingkatkan Elektabilitas Petahana

MINGGU, 04 JUNI 2017 | 17:36 WIB | LAPORAN:

Duet Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dengan Desy Ratnasari dipastikan bakal meningkatkan elektabilitas sang bupati di Pilkada Jawa Barat 2018 nanti. Sebab, Dedi diusung yang Partai Golkar menjadi calon petahana dengan menggandeng Desy, selebritis yang juga politisi Partai Amanat Nasional (PAN).

"Walau banyak yang meragukan, namun jika pasangan Dedi-Desy terwujud maka surveinya akan naik," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin kepada redaksi, Minggu (4/6).
 
Menurutnya, Dedi-Desy adalah pasangan yang realistis, meski keduanya harus bisa berbagi tugas dan bekerja keras untuk meraih kemenangan di pilkada nanti.
 

 
"Mereka itu pasangan yang realistis. Kalau lawannya Dedi Mizwar-Netty Heryawan atau Ridwan Kamil dengan pasangannya, tentu Dedi-Desy harus bekerja keras," ujar Ujang.
 
Intinya, unsur dari kalangan artis yang cerdas dan religius ada dalam pasangan calon di Pilkada Jabar. Sebab masyarakat Jabar menggandrungi ketokohan artis yang tampan atau cantik namun juga cerdas dan religius.
 
"Makanya jangan heran kalau Ahmad Heryawan (Aher) dua kali jadi gubernur selalu menggandeng kalangan selebriti, dan itu nampaknya adalah pilihan yang ampuh untuk menang di Pilkada Jabar," jelas pengamat politik Universitas Al Azhar tersebut.
 
Karena, itu, Ujang menyarankan agar Dedi maupun Desy segera mendeklarasikan diri sebagai pasangan. Dan segera turun secara rutin menyapa masyarakat Jabar.
 
Tidak bisa dipungkiri, keberadaan Desy diyakini mampu menjadi penggaet suara bahkan bisa meningkatkan elektabilitas Dedi Mulyadi.

"Desy bisa meningkatkan elektabilitas Dedi Mulyadi dan sebagai vote gater, sehingga keduanya tinggal membagi tugas dan menjangkau cakupan wilayah dalam memenangkan Pilkada Jabar mendatang," beber Ujang. [wah]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya