Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

KPK Harus Telisik Aliran Duit Suap WTP BPK

MINGGU, 04 JUNI 2017 | 13:39 WIB | LAPORAN:

Untuk mengungkap praktik suap yang melibatkan auditor utama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) secara objektif, maka penyidk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus mengikuti aliran uangnya (follow the money).

Dosen hukum pidana Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Azmi Syahputra yakin dengan metode penelusuran ini akan terungkap siapa pelakunya, serta di mana tempat, jumlah harta kekayaan yang disembunyikan dan tindak pidananya.

"Konsep follow the money ini dapat dijadikan peta jalan untuk menemukan dan mengerucutkan alat bukti. Jika perlu PPATK dilibatkan," terang Azmi dalam keterangannya, Minggu (4/6).


Menurut dia, pejabat instansi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) juga harus ditelusuri lebih dalam guna mengetahui sumber uangnya.

"Apakah diperoleh dari dana desa atau darimana sumber pengumpulan uang tersebut karena pemberian suap ini sangat  terencananya, punya keinginan yang sama dan ini sistematis," tegasnya.

Bagi para auditor BPK yang memeriksa di Kemendes tersebut harus ditelusuri mengaudit di Kementerian/Lembaga mana saja. Hal ini dinilainya penting untuk mengetahui modus timbulnya Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan keobjektivitas audit BPK. Apalagi mengingat beberapa tahun terakhir, hasil kerja BPK banyak memberikan WTP kepada K/L.[wid]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya