Berita

Lukman Hakim/net

Politik

Teledor Dalam Pengawasan Alquran, DPR Akan Cecar Menteri Lukman

MINGGU, 04 JUNI 2017 | 00:40 WIB | LAPORAN:

Komisi VIII DPR bakal memanggil Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin atas beredarkan beberapa mushaf Alquran terbitan PT Suara Agung yang di dalamnya tidak ada ayat 51-57 surat Al Maidah.

DPR bakal menyecar poltisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu yang dianggap teledor dalam melakukan pengawasan.

Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher mengungkapkan, pihaknya telah mengagendakan rapat kerja dengan Menteri Agama. Dalam rapat nanti, dirinya bakal mempertanyakan dan meminta penjelasan dari Menteri Lukman soal beredarnya mushaf Alquran tanpa adanya ayat tadi.


“Kami akan bahas soal Surat Al Maidah ayat 51-57 yang tidak dicantumkan oleh penerbit. Insya Allah, kami akan segera gelar rapat kerja dengan Menteri Agama,” ujar Ali kepada wartawan, Sabtu (3/5).

Politikus PAN itu pun agar mendesak Kementerian Agama (Kemenag) mengusut tuntas kasus tersebut. Ia meminta, Kemenag dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus tersebut.

“Apa ada unsur kesengajaan atau tidak dari pihak penerbit, semua harus diselidiki. Kami tidak mau persoalan serupa terulang di kemudian hari," tegasnya.

Peristiwa itu bermula dari laporan KH Basith, pengurus DKM Masjid Assifa Desa Sukamaju, Kecamatan Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Ia menemukan mushaf cetakan PT Suara Agung pada Selasa 23 Mei 2017 yang tidak ada Surah Al Maidah Ayat 51- 57. Alquran tersebut kemudian jadi viral di media sosial sehari setelahnya.

Atas dasar itu, Ali meminta agar pihak penerbit segera meminta maaf kepada umat Islam.

“Mushaf itu juga harus ditarik kembali agar masyarakat tidak dirugikan. Tidak boleh ada kegaduhan lagi," demikian Ali.[san]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya