Berita

Zulkifli Hasan/Net

Politik

Cerita Zulkifli: PAN Dukung Anies-Sandi Karena SUSIS

SABTU, 03 JUNI 2017 | 21:15 WIB | LAPORAN:

. Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan kembali bercerita seputar pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta.

Kali ini cerita Zulkifli bukan lagi soal intervensi Wakil Presiden Jusuf Kalla di Pilkada Jakarta.

Melainkan cerita mengelitik di balik langkah politik PAN yang mendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada putaran kedua.


Dalam cerita yang pernah didegarnya, disebutkan alasan PAN mendukung pasangan Anies-Sandi lantaran takut akan istri. Istilah sekarangnya, SUSIS, suami sieun istri atau suami takut istri.

Jika tidak mendukung Anies-Sandi, para suami akan menerima ganjarannya.

"Jadi ada cerita, Pak SBY nggak berani dukung Anies cuma netral saja. PKB tidak ikut. PPP belum ada izin. Nah, PAN berani, kenapa, ketua PAN berani, saya bilang, istri kita kan alumni 212. Kalau kita dukung Ahok, koper di luar pagar," ujar Zulkifli disambut tawa pada acara buka puasa bersama DPP PAN di komplek Widiya Chandra, Jakarta Selatan, Sabtu (3/6).

Seperti diketahui, Zulkifli pernah bercerita mengenai terpilihnya nama Anies Baswedan sebagai pendamping Sandiaga Uno.

Kala itu kata Zulkifli, tidak ada yang menyodorkan nama Anies sebagai pendamping Sandiaga yang telah diusung dari Partai Gerindra.

Nama yang muncul yakni Yusril Ihza Mahendra. Sosok Pengusaha Chairul Tanjung pun sempat dibidik. Namun Chairul menolak karena bisnisnya tengah susah. Kemudian Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono pun menyodorkan nama Agus Harimurti Yudhoyono.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sempat menyanggupi tawaran tersebut. Namun dengan syarat Sandiaga sebagai calon gubernurnya. Sebab, Sandiaga sudah lama bergerak untuk maju ke Pilkada.

"Jam 12 malam sampai jam 1 pagi itu ada intervensinya Pak JK. Saya kan suka terus terang. Pak JK boleh enggak ngaku, saya dengar kok teleponnya. Pak JK lah yang meyakinkan sehingga berubah lah," ucap Zulkifli pada awal Mei lalu. [rus]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya