Berita

Nusantara

Banjir Gorontalo Merendam 484 Rumah Warga

SABTU, 03 JUNI 2017 | 15:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Bencana banjir kembali merendam ratusan rumah di Gorontalo. Hujan deras yang berlangsung cukup lama menyebabkan sungai-sungai meluap sehingga terjadi banjir di wilayah Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Jumat (2/6).

Hujan yang sangat tinggi menyebabkan Sungai Marisa yang melintasi wilayah Kecamatan Limboto Barat, Sungai Moloupo melintasi wilayah Kecamatan Limboto dan Sungai Monggelomo yang melintasi wilayah Kecamatan Tibawa meluap.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir merendam ratusan permukiman dan lahan pertanian di Kecamatan Limboto, Limboto Barat dan Tibawa.


"Banjir merendam sembilan kelurahan/desa di tiga kecamatan. Tinggi banjir berkisar 50-200 centimeter," ujar Sutopo kepada wartawan, Sabtu (3/6).

Sebanyak 484 rumah dan 2.474 orang (664 kepala keluarga) terdampak banjir. Fasilitas umum seperti sekolahan, masjid, puskesmas dan perkantoran juga terendam banjir.

"Tidak ada korban jiwa," ungkap Sutopo.

Meskipun rumah terendam banjir, lanjut dia, masyarakat tidak mengungsi karena wilayah ini hampir setiap tahun mengalami banjir. Masyarakat telah memiliki mekanisme kehidupan untuk hidup harmoni dengan banjir.

"Artinya masyarakat telah memiliki daya survival untuk merespon banjir," imbuh Sutopo.

BPBD Kabupaten Gorontalo bersama BPBD Provinsi Gorontalo, TNI, Polri, SAR, SKPD, PMI dan relawan telah memberikan bantuan kepada masyarakat.

BPBD menyalurkan makanan siap saji untuk buka puasa dan sahur bagi masyarakat yang terdampak. BPBD juga membantu masyarakat untuk membersihkan lumpur di sekolah-sekolag dan tempat tempat ibadah.

"Saat ini sebagian banjir sudah surut," demikian Sutopo. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya